{"id":261827,"date":"2020-07-06T21:33:43","date_gmt":"2020-07-06T14:33:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/?p=261827"},"modified":"2024-05-26T20:37:54","modified_gmt":"2024-05-26T13:37:54","slug":"buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/tips\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney","title":{"rendered":"Buat Kamu yang Mau Jadi UX Desainer, Ini Cara Mudah Belajar Psikologi Warna dari Karakter Disney"},"content":{"rendered":"\n<p>Awalnya, memilih warna itu hal yang mudah ya. Namun ketika kita masuk ke dalam dunia UX Desainer, justru pemilihan warna menjadi ekstra hati-hati. Mengapa? Karena warna yang kita pilih akan memberikan makna kepada penglihatnya. Salah satu contohnya adalah ketika akan membuat desain untuk keperluan <em>branding<\/em>, warna yang dipilih akan menentukan kesan penilaian oleh orang lain. Maka penting sekali bagi para UX Desainer untuk mengetahui psikologi warna. Oleh karena itu, berikut ada tips belajar psikologi warna dari karakter Disney, yuk simak!<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Kuning<\/h4>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.39.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-261828\" width=\"131\" height=\"172\" srcset=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.39.jpeg 436w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.39-229x300.jpeg 229w\" sizes=\"(max-width: 131px) 100vw, 131px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Warna matahari ini sangat mudah dipahami dan mampu membangkitkan perasaan optimisme, kejelasan, dan kehangatan. Ketika melihat karakter Disney Belle diatas, makna optimisme tergambarkan ketika Beast optimis bahwa dia akan menemukan cinta sejatinya ya. Kuning juga merupakan warna yang kaya, seperti warna yang ada pada emas dan harta karun. Maka penggunaan warna kuning mampu memberikan kesan yang optimis, kaya dan kehangatan bagi perusahaan atau produk yang menggunakan warna kuning.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Jingga<\/h4>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.40-1.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-261830\" width=\"146\" height=\"186\" srcset=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.40-1.jpeg 442w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.40-1-235x300.jpeg 235w\" sizes=\"(max-width: 146px) 100vw, 146px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Warna jingga adalah warna yang selalu menarik perhatian. Jingga melambangkan antusias, percaya diri, dan gembira. Warna jingga mengirimkan pesan yang mengatakan, \u201cSaya tidak takut untuk menjadi pusat perhatian.\u201d. Sama hal nya dengan karakter Goofy diatas, Goofy memiliki karakter yang tegas, kuat serta memiliki teriakan khas \u201cYaaaaa-hoo-hoo-hoo-hooey!!\u201d. Warna jingga juga menggambarkan kreativitas dan juga kerjasama. Jadi ketika kamu ingin memberikan kesan kreativtas, percaya diri, gembira dan antusias, kamu bisa menggunakan warna jingga ya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Merah<\/h4>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.39-1-1.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-261832\" width=\"98\" height=\"181\" srcset=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.39-1-1.jpeg 367w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.39-1-1-162x300.jpeg 162w\" sizes=\"(max-width: 98px) 100vw, 98px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Warna merah dapat meningkatkan perhatian dan emosi orang oleh karena itu banyak marketer menggunakan warna merah sebagai warna promosi seperti diskon harga. Warna merah cocok sekali untuk memberikan makna yang sangat berani sebagai warna <em>branding<\/em>. Merah adalah warna kuat yang hangat, menarik, seksi, dan mendesak. <\/p>\n\n\n\n<p>Kali ini Minnie Mouse dipilih untuk merepresentasikan makna dari warna merah. Karena Minnie Mouse adalah seorang gadis manis dan penyayang, terkenal sebagai pembuat pita terbaik, bahkan bintang film terkenal dalam filmnya. Maka jika ingat Minnie Mouse, kamu dengan sangat mudah mengingat arti warna merah adalah hangat, menarik dan seksi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">4. Ungu<\/h4>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.54.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-261833\" width=\"139\" height=\"173\" srcset=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.54.jpeg 360w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.54-240x300.jpeg 240w\" sizes=\"(max-width: 139px) 100vw, 139px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Warna ungu menggambarkan keseimbangan, juga dapat digunakan untuk audiens laki-laki dan juga perempuan. Warna ungu juga juga melambangkan kemewahan, luas, dan juga kebijaksanaan. Namun banyak orang mempersepsikan warna ungu adalah warna yang egoistis dan juga introvert. Tetapi disini warna ungu bisa menjadi warna pilihan kamu kok untuk membranding suatu perusahaan atau produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti pada karakter Rapunzel di atas, Rapunzel memiliki cerita bahwa dirinya memilih keluar dari zona aman untuk meyakinkan kehebatan dan keberaniannya. Rapunzel memilih untuk kabur dari dari menara dan berhasil menemukan ayah ibunya yang ternyata seorang Raja dan Ratu. Jadi kalau kamu lupa arti warna ungu, ingat saja Rapunzel yang bijaksana dan penuh kemewahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-background has-very-light-gray-background-color\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/inspiratif\/sekolah-mu-terima-penghargaan-dari-dinas-pendidikan-dki-jakarta-hadirkan-pembelajaran-online-tanpa-batas-untuk-murid\/\">Sekolah.mu Terima Penghargaan dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Hadirkan Pembelajaran Online Tanpa Batas Untuk Murid<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">5. Biru<\/h4>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.38-1.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-261835\" width=\"118\" height=\"190\" srcset=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.38-1.jpeg 393w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.38-1-186x300.jpeg 186w\" sizes=\"(max-width: 118px) 100vw, 118px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Jika warna merah adalah raga, warna biru adalah jiwa. Warna biru juga menggambarkan kejelasan, komunikasi, ketenangan, dan juga keberhasilan. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa warna biru menjadi warna yang paling disukai oleh orang-orang di seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti Elsa pada film Frozen, elsa memiliki karakter yang terbuka, rencana yang jelas untuk menembus Arendelle dan keberhasilannya sampai di Arendelle. Jadi kamu hanya perlu ingat Elsa ya ketika kamu lupa apa arti dari warna biru. Warna biru juga banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan. Sehingga warna biru bisa menjadi pilihan yang bagus untuk desain kamu.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">6. Hijau<\/h4>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.22.22.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-261837\" width=\"223\" height=\"139\" srcset=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.22.22.jpeg 632w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.22.22-300x188.jpeg 300w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.22.22-600x375.jpeg 600w\" sizes=\"(max-width: 223px) 100vw, 223px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Warna hijau dapat menyampaikan kesan tenang, damai, dan menyampaikan gagasan pertumbuhan. Produk yang menggunakan desain warna hijau akan terkesan menawarkan kesegaran dan bersifat natural dari alam. Warna hijau juga banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan sebagai identitas warna mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Warna hijau kali ini diwakili oleh karakter Tinkerbell dari Disney. Kita pasti tahu bahwa Tinker Bell merupakan perempuan cantik bersayap yang tinggal di alam. Tinkerbell adalah karakter yang penuh dengan ide untuk membuat berbagai hal dari barang-barang bekas yang tidak terpakai. Jadi kalau ingin mengingat arti warna hijau, ingat saja Tinkerbell ya!<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">7. Hitam<\/h4>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.40-1-1.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-261839\" width=\"162\" height=\"166\" srcset=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.40-1-1.jpeg 493w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.40-1-1-292x300.jpeg 292w\" sizes=\"(max-width: 162px) 100vw, 162px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Secara teknis, warna hitam merupakan ketiadaan warna. Hitam melambangkan ketegasan, profesional, dan kredibilitas sebuah produk. Makin besar kamu ingin memberikan kesan kuat pada perusahaan, maka makin banyak warna hitam yang bisa kamu tambahkan di dalam desain.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada karakter Maleficent diatas, dia memiliki watak yang tegas dan kuat. Karena dia berjuang menjadi baik ketika anaknya ingin menikah dengan laki-laki dari bangsa lawannya Maleficent. Jadi ingat Maleficent, ingat warna hitam dan artinya ya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">8. Putih<\/h4>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-20.20.40-2.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-261840\" width=\"150\" height=\"161\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Warna ini dapat menyiratkan sesuatu yang bersifat suci, bersih, murni. Pemakaian warna putih dalam logo branding perusahaan juga akan memberi kesan santun. Warna putih akan terlihat kontras dan tegas jika dipadukan dengan warna hitam. Warna putih juga melambangkan modernitas dan juga pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dilihat dari karakter Olaf diatas, pasti kita tahu ya bahwa Olaf merupakan sahabat yang memiliki hati bersih dan murni. Kamu pasti ingat ketika Olaf mau menemani Anna di dekat perapian yang panas. Hal tersebut menunjukkan bahwa hati yang dimiliki Olaf sangat tulus dan bersih. Jadi kalau ingat warna putih tentunya ingat Olaf deh.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menyempurnakan desain UX kamu, selain pintar psikologi warna tentunya desainnya pun harus menarik dan terlihat elegan. Jika kamu merasa bosan belajar desain melalui buku, kini saatnya kamu belajar desain melalui blended learning di Sekolah.mu. Pembelajaran UX desain menggunakan berbagai software desain seperti Photoshop, Adobe Illustator dan lainnya akan sangat mudah kamu pelajari di Sekolah.mu. Materi dari kolaborasi Guru, ahli dan pakar di bidangnya tentu tidak diragukan lagi ya. Jadi tunggu apalagi? Yuk kunjungi Sekolah.mu melalui link <a aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" href=\"http:\/\/www.sekolah.mu\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener sponsored nofollow\">www.sekolah.mu<\/a>, dan siap-siap menjadi UX Desainer yang handal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-background has-very-light-gray-background-color\"><strong>Temukan program rekomendasi untuk jadi UX Desainer handal:<br>1. <a aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/program\/cara-penggunaan-perangkat-yang-memudahkan-dalam-mendesain-logo\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener sponsored nofollow\">Komputer Desain Grafis<\/a><br>2. <a aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/program\/desain-grafis-dengan-adobe-ilustrator-dan-photoshop\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener sponsored nofollow\">Desain Grafis Dengan Adobe Ilustrator dan Photoshop<\/a><br>3. <a href=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/program\/web-desain\" target=\"_blank\" aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" rel=\"noreferrer noopener sponsored nofollow\">Web Desain<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Awalnya, memilih warna itu hal yang mudah ya. Namun ketika kita masuk ke dalam dunia UX Desainer, justru pemilihan warna menjadi ekstra hati-hati. Mengapa? Karena warna yang kita pilih akan memberikan makna kepada penglihatnya. Salah satu contohnya adalah ketika akan membuat desain untuk keperluan branding, warna yang dipilih akan menentukan kesan penilaian oleh orang lain. Maka penting sekali bagi para UX Desainer untuk mengetahui psikologi warna. Oleh karena itu, berikut ada tips belajar psikologi warna dari karakter Disney, yuk simak! 1. Kuning Warna matahari ini sangat mudah dipahami dan mampu membangkitkan perasaan optimisme, kejelasan, dan kehangatan. Ketika melihat karakter Disney Belle diatas, makna optimisme tergambarkan ketika Beast optimis bahwa dia akan menemukan cinta sejatinya ya. Kuning juga merupakan warna yang kaya, seperti warna yang ada pada emas dan harta karun. Maka penggunaan warna kuning mampu memberikan kesan yang optimis, kaya dan kehangatan bagi perusahaan atau produk yang menggunakan warna kuning. 2. Jingga Warna jingga adalah warna yang selalu menarik perhatian. Jingga melambangkan antusias, percaya diri, dan gembira. Warna jingga mengirimkan pesan yang mengatakan, \u201cSaya tidak takut untuk menjadi pusat perhatian.\u201d. Sama hal nya dengan karakter Goofy diatas, Goofy memiliki karakter yang tegas, kuat serta memiliki teriakan khas \u201cYaaaaa-hoo-hoo-hoo-hooey!!\u201d. Warna jingga juga menggambarkan kreativitas dan juga kerjasama. Jadi ketika kamu ingin memberikan kesan kreativtas, percaya diri, gembira dan antusias, kamu bisa menggunakan warna jingga ya. 3. Merah Warna merah dapat meningkatkan perhatian dan emosi orang oleh karena itu banyak marketer menggunakan warna merah sebagai warna promosi seperti diskon harga. Warna merah cocok sekali untuk memberikan makna yang sangat berani sebagai warna branding. Merah adalah warna kuat yang hangat, menarik, seksi, dan mendesak. Kali ini Minnie Mouse dipilih untuk merepresentasikan makna dari warna merah. Karena Minnie Mouse adalah seorang gadis manis dan penyayang, terkenal sebagai pembuat pita terbaik, bahkan bintang film terkenal dalam filmnya. Maka jika ingat Minnie Mouse, kamu dengan sangat mudah mengingat arti warna merah adalah hangat, menarik dan seksi. 4. Ungu Warna ungu menggambarkan keseimbangan, juga dapat digunakan untuk audiens laki-laki dan juga perempuan. Warna ungu juga juga melambangkan kemewahan, luas, dan juga kebijaksanaan. Namun banyak orang mempersepsikan warna ungu adalah warna yang egoistis dan juga introvert. Tetapi disini warna ungu bisa menjadi warna pilihan kamu kok untuk membranding suatu perusahaan atau produk. Seperti pada karakter Rapunzel di atas, Rapunzel memiliki cerita bahwa dirinya memilih keluar dari zona aman untuk meyakinkan kehebatan dan keberaniannya. Rapunzel memilih untuk kabur dari dari menara dan berhasil menemukan ayah ibunya yang ternyata seorang Raja dan Ratu. Jadi kalau kamu lupa arti warna ungu, ingat saja Rapunzel yang bijaksana dan penuh kemewahan. Baca juga: Sekolah.mu Terima Penghargaan dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Hadirkan Pembelajaran Online Tanpa Batas Untuk Murid 5. Biru Jika warna merah adalah raga, warna biru adalah jiwa. Warna biru juga menggambarkan kejelasan, komunikasi, ketenangan, dan juga keberhasilan. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa warna biru menjadi warna yang paling disukai oleh orang-orang di seluruh dunia. Seperti Elsa pada film Frozen, elsa memiliki karakter yang terbuka, rencana yang jelas untuk menembus Arendelle dan keberhasilannya sampai di Arendelle. Jadi kamu hanya perlu ingat Elsa ya ketika kamu lupa apa arti dari warna biru. Warna biru juga banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan. Sehingga warna biru bisa menjadi pilihan yang bagus untuk desain kamu. 6. Hijau Warna hijau dapat menyampaikan kesan tenang, damai, dan menyampaikan gagasan pertumbuhan. Produk yang menggunakan desain warna hijau akan terkesan menawarkan kesegaran dan bersifat natural dari alam. Warna hijau juga banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan sebagai identitas warna mereka. Warna hijau kali ini diwakili oleh karakter Tinkerbell dari Disney. Kita pasti tahu bahwa Tinker Bell merupakan perempuan cantik bersayap yang tinggal di alam. Tinkerbell adalah karakter yang penuh dengan ide untuk membuat berbagai hal dari barang-barang bekas yang tidak terpakai. Jadi kalau ingin mengingat arti warna hijau, ingat saja Tinkerbell ya! 7. Hitam Secara teknis, warna hitam merupakan ketiadaan warna. Hitam melambangkan ketegasan, profesional, dan kredibilitas sebuah produk. Makin besar kamu ingin memberikan kesan kuat pada perusahaan, maka makin banyak warna hitam yang bisa kamu tambahkan di dalam desain. Pada karakter Maleficent diatas, dia memiliki watak yang tegas dan kuat. Karena dia berjuang menjadi baik ketika anaknya ingin menikah dengan laki-laki dari bangsa lawannya Maleficent. Jadi ingat Maleficent, ingat warna hitam dan artinya ya. 8. Putih Warna ini dapat menyiratkan sesuatu yang bersifat suci, bersih, murni. Pemakaian warna putih dalam logo branding perusahaan juga akan memberi kesan santun. Warna putih akan terlihat kontras dan tegas jika dipadukan dengan warna hitam. Warna putih juga melambangkan modernitas dan juga pengetahuan. Dilihat dari karakter Olaf diatas, pasti kita tahu ya bahwa Olaf merupakan sahabat yang memiliki hati bersih dan murni. Kamu pasti ingat ketika Olaf mau menemani Anna di dekat perapian yang panas. Hal tersebut menunjukkan bahwa hati yang dimiliki Olaf sangat tulus dan bersih. Jadi kalau ingat warna putih tentunya ingat Olaf deh. Untuk menyempurnakan desain UX kamu, selain pintar psikologi warna tentunya desainnya pun harus menarik dan terlihat elegan. Jika kamu merasa bosan belajar desain melalui buku, kini saatnya kamu belajar desain melalui blended learning di Sekolah.mu. Pembelajaran UX desain menggunakan berbagai software desain seperti Photoshop, Adobe Illustator dan lainnya akan sangat mudah kamu pelajari di Sekolah.mu. Materi dari kolaborasi Guru, ahli dan pakar di bidangnya tentu tidak diragukan lagi ya. Jadi tunggu apalagi? Yuk kunjungi Sekolah.mu melalui link www.sekolah.mu, dan siap-siap menjadi UX Desainer yang handal. Temukan program rekomendasi untuk jadi UX Desainer handal:1. Komputer Desain Grafis2. Desain Grafis Dengan Adobe Ilustrator dan Photoshop3. Web Desain<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":261842,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,1],"tags":[68,92],"class_list":["post-261827","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips","category-umum","tag-belajar","tag-tips"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cara Mudah Belajar Psikologi Warna dari Karakter Disney<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penting sekali bagi para UX Desainer untuk mengetahui psikologi warna. Berikut ada tips belajar psikologi warna dari karakter Disney, yuk simak!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Mudah Belajar Psikologi Warna dari Karakter Disney\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penting sekali bagi para UX Desainer untuk mengetahui psikologi warna. Berikut ada tips belajar psikologi warna dari karakter Disney, yuk simak!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Sekolah.mu\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-07-06T14:33:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-26T13:37:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-16.05.33.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"646\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Web Developer\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Web Developer\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney\"},\"author\":{\"name\":\"Web Developer\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b\"},\"headline\":\"Buat Kamu yang Mau Jadi UX Desainer, Ini Cara Mudah Belajar Psikologi Warna dari Karakter Disney\",\"datePublished\":\"2020-07-06T14:33:43+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-26T13:37:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney\"},\"wordCount\":916,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/07\\\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-16.05.33.jpeg\",\"keywords\":[\"belajar\",\"Tips\"],\"articleSection\":[\"Tips\",\"Umum\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney\",\"name\":\"Cara Mudah Belajar Psikologi Warna dari Karakter Disney\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/07\\\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-16.05.33.jpeg\",\"datePublished\":\"2020-07-06T14:33:43+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-26T13:37:54+00:00\",\"description\":\"Penting sekali bagi para UX Desainer untuk mengetahui psikologi warna. Berikut ada tips belajar psikologi warna dari karakter Disney, yuk simak!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/07\\\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-16.05.33.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/07\\\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-16.05.33.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":646},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Buat Kamu yang Mau Jadi UX Desainer, Ini Cara Mudah Belajar Psikologi Warna dari Karakter Disney\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog Sekolah.mu\",\"description\":\"Kolaborasi Untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Sekolah.mu\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Sekolah.mu\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b\",\"name\":\"Web Developer\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1777456831\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1777456831\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1777456831\",\"caption\":\"Web Developer\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/author\\\/webdevsekolahmu\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Mudah Belajar Psikologi Warna dari Karakter Disney","description":"Penting sekali bagi para UX Desainer untuk mengetahui psikologi warna. Berikut ada tips belajar psikologi warna dari karakter Disney, yuk simak!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Mudah Belajar Psikologi Warna dari Karakter Disney","og_description":"Penting sekali bagi para UX Desainer untuk mengetahui psikologi warna. Berikut ada tips belajar psikologi warna dari karakter Disney, yuk simak!","og_url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney","og_site_name":"Blog Sekolah.mu","article_published_time":"2020-07-06T14:33:43+00:00","article_modified_time":"2024-05-26T13:37:54+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":646,"url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-16.05.33.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Web Developer","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Web Developer","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney"},"author":{"name":"Web Developer","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/person\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b"},"headline":"Buat Kamu yang Mau Jadi UX Desainer, Ini Cara Mudah Belajar Psikologi Warna dari Karakter Disney","datePublished":"2020-07-06T14:33:43+00:00","dateModified":"2024-05-26T13:37:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney"},"wordCount":916,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-16.05.33.jpeg","keywords":["belajar","Tips"],"articleSection":["Tips","Umum"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney","name":"Cara Mudah Belajar Psikologi Warna dari Karakter Disney","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-16.05.33.jpeg","datePublished":"2020-07-06T14:33:43+00:00","dateModified":"2024-05-26T13:37:54+00:00","description":"Penting sekali bagi para UX Desainer untuk mengetahui psikologi warna. Berikut ada tips belajar psikologi warna dari karakter Disney, yuk simak!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#primaryimage","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-16.05.33.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/WhatsApp-Image-2020-07-06-at-16.05.33.jpeg","width":1280,"height":646},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/buat-kamu-yang-mau-jadi-ux-desainer-ini-cara-mudah-belajar-psikologi-warna-dari-karakter-disney#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Buat Kamu yang Mau Jadi UX Desainer, Ini Cara Mudah Belajar Psikologi Warna dari Karakter Disney"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/","name":"Blog Sekolah.mu","description":"Kolaborasi Untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia","publisher":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#organization","name":"Sekolah.mu","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg","width":512,"height":512,"caption":"Sekolah.mu"},"image":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/person\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b","name":"Web Developer","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1777456831","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1777456831","contentUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1777456831","caption":"Web Developer"},"url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/author\/webdevsekolahmu"}]}},"views":819,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/261827","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=261827"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/261827\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":273070,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/261827\/revisions\/273070"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/261842"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=261827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=261827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=261827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}