{"id":270223,"date":"2022-07-14T08:00:00","date_gmt":"2022-07-14T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/?p=270223"},"modified":"2024-05-26T20:34:09","modified_gmt":"2024-05-26T13:34:09","slug":"cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/agama-islam\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam","title":{"rendered":"Cara Kembangkan Empati Anak dalam Pendidikan Agama Islam"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"270223\" class=\"elementor elementor-270223\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-7372bfea elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default wpr-particle-no wpr-jarallax-no wpr-parallax-no wpr-sticky-section-no wpr-equal-height-no\" data-id=\"7372bfea\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5a2d981f\" data-id=\"5a2d981f\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-fad306c elementor-widget-divider--view-line elementor-widget elementor-widget-divider\" data-id=\"fad306c\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"divider.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-divider\">\n\t\t\t<span class=\"elementor-divider-separator\">\n\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-244eacdf elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"244eacdf\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu tujuan <strong>pendidikan agama Islam<\/strong> bagi anak adalah mengembangkan perilaku baik, termasuk empati. Dalam Islam, menyayangi sesama, beramal, dan saling membantu termasuk perilaku terpuji, dan empati mampu mendorong semua itu. Bagaimana caranya mengembangkan empati ketika mengajari si kecil ilmu agama?\u00a0<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut beberapa cara yang bisa Ayah dan Bunda coba di rumah.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><span style=\"color: #000000;\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"500\" class=\"wp-image-270234\" src=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-1-islampos-com.jpg\" alt=\"Pendidikan Agama Islam\" srcset=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-1-islampos-com.jpg 800w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-1-islampos-com-300x188.jpg 300w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-1-islampos-com-768x480.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/span><\/figure>\n<\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #000000;\">1. <strong>Membaca Cerita dan Bicara tentang Karakternya\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Membacakan cerita adalah salah satu cara mengembangkan imajinasi serta empati anak. Ketika membacakan cerita, Ayah dan Bunda sebaiknya juga mengajak anak mengobrol tentang sifat karakter yang ada di cerita tersebut. Ajak juga si kecil mengobrol tentang hal-hal yang dilakukan atau dihadapi para karakternya.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan memperkenalkan karakter cerita secara mendalam, Ayah dan Bunda bisa mengajak anak memahami motivasi serta perasaan mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #000000;\">2. <strong>Mengenalkan Berbagai Rupa Orang dan Budaya lewat Media<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Manfaatkan media seperti buku, televisi, internet, dan video untuk mengenalkan anak terhadap orang dari berbagai suku bangsa, negara, budaya, warna kulit, dan sebagainya. Hal ini juga sesuai dengan ajaran Al-Qur\u2019an tentang saling mengenal bangsa dan suku yang beragam.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #000000;\">3. <strong>Mengajak Anak Menggambarkan Perasaannya\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemampuan menggambarkan perasaan adalah salah satu cara menanamkan empati. Ketika si kecil mampu menggambarkan perasaannya sendiri dengan tepat, hatinya akan mudah membentuk empati terhadap nasib atau situasi orang lain. Misalnya, ketika si anak sedih, tertawa, atau menangis, Ayah dan Bunda bisa duduk bersama si kecil dan mengajak mereka bicara tentang perasaan saat itu.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #000000;\">4. <strong>Mengajarkan Kesamaan Pengalaman dengan Orang Lain<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemampuan menempatkan diri dalam situasi orang lain merupakan <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/mcc.gse.harvard.edu\/resources-for-families\/5-tips-cultivating-empathy\">bibit empati<\/a>. Salah satu cara agar si kecil cepat memahami situasi orang lain adalah dengan mengaitkan pengalaman. Misalnya, ketika mengajari anak untuk mengembalikan barang milik teman, Ayah dan Bunda bisa berbagi pengalaman saat si kecil kehilangan mainan atau barang kesayangannya.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #000000;\">5. <strong>Melakukan Aktivitas Sosial Menurut Islam bersama Anak<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam Islam, aktivitas sosial merupakan bagian dari ibadah. Jika ingin si kecil meniru tindakan baik, pastikan Ayah dan Bunda mengajak mereka melakukan kegiatan sosial bersama. Misalnya, ajak si kecil berbagi makanan untuk tukang sapu dan pengamen di pinggir jalan. Dengan melakukan aktivitas seperti ini, anak bisa perlahan belajar empati dan segudang manfaat lain.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #000000;\">6. <strong>Mengajari Anak Amalan Baik Sederhana\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Amalan baik tidak harus berhenti di Ayah dan Bunda. Amalan baik, sekecil apa pun akan sangat membantu dan memberi si kecil pahala. Cara melakukannya pun mudah dan bisa Ayah Bunda kreasikan. Misalnya adalah tidak menyontek saat ujian, belajar membuang sampah pada tempatnya, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #000000;\">7. <strong>Menjadi Pribadi yang Bisa Ditiru Anak\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akhirnya, semua hal baik dalam perjalanan agama Islam berasal dari teladan baik juga. Dalam keluarga, Ayah dan Bunda adalah orang pertama yang ditiru anak. Pastikan memiliki kebiasaan baik serta mengembangkan sifat positif sebelum meminta anak untuk menirunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan memahami kebiasaan orang tua mengulang-ulang perbuatan baik, si kecil bisa terdorong untuk melakukan hal yang sama.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara Mengajari Anak Amalan Agama Islam<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-270235\" src=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-2-parentalk-id.jpg\" alt=\"Pendidikan Agama Islam\" width=\"800\" srcset=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-2-parentalk-id.jpg 1000w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-2-parentalk-id-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-2-parentalk-id-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-2-parentalk-id-690x460.jpg 690w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-2-parentalk-id-210x140.jpg 210w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/span><\/figure>\n<\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pendidikan agama Islam di rumah bukan hanya tanggung jawab Ayah dan Bunda. Sekolah.mu adalah platform belajar intensif online. Siswanya terdiri dari berbagai tingkatan, mulai dari usia PAUD hingga SMA. Salah satu program yang ditawarkan Sekolah.mu adalah <span style=\"text-decoration: underline;\"><span style=\"color: #0000ff;\"><em><a style=\"color: #0000ff; text-decoration: underline;\" href=\"https:\/\/bayar.sekolah.mu\/living-quran?utm_source=SEO&amp;utm_medium=Article\">Living Qur\u2019an<\/a><\/em><\/span><\/span>, yaitu mengajari agama sekaligus praktik pelaksanaannya.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam program ini, semua gurunya berpengalaman dan mampu membimbing anak agar bisa menyerap pelajaran dari Al-Qur\u2019an. Prosesnya dilakukan secara daring sehingga orang tua mudah untuk mengikutinya. Konsep Blended Learning-nya juga memastikan pelajaran mudah dipahami dan diserap, memadukan teori sekaligus praktik.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ingat, mengajarkan agama dan Al-Qur\u2019an bukan hanya soal hafalan, tetapi juga amalan baik sehari-hari. Mari belajar <strong>pendidikan agama Islam<\/strong> lewat aktivitas sehari-hari dan gunakan program <span style=\"text-decoration: underline; color: #0000ff;\"><em><a style=\"color: #0000ff; text-decoration: underline;\" href=\"https:\/\/bayar.sekolah.mu\/living-quran?utm_source=SEO&amp;utm_medium=Article\">Sekolah.mu<\/a><\/em><\/span> untuk memberi si kecil pendidikan yang bermutu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-a96cdde elementor-widget-divider--view-line elementor-widget elementor-widget-divider\" data-id=\"a96cdde\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"divider.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-divider\">\n\t\t\t<span class=\"elementor-divider-separator\">\n\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu tujuan pendidikan agama Islam bagi anak adalah mengembangkan perilaku baik, termasuk empati. Dalam Islam, menyayangi sesama, beramal, dan saling membantu termasuk perilaku terpuji, dan empati mampu mendorong semua itu. Bagaimana caranya mengembangkan empati ketika mengajari si kecil ilmu agama?\u00a0 \u00a0 Berikut beberapa cara yang bisa Ayah dan Bunda coba di rumah. \u00a0 1. Membaca Cerita dan Bicara tentang Karakternya\u00a0 Membacakan cerita adalah salah satu cara mengembangkan imajinasi serta empati anak. Ketika membacakan cerita, Ayah dan Bunda sebaiknya juga mengajak anak mengobrol tentang sifat karakter yang ada di cerita tersebut. Ajak juga si kecil mengobrol tentang hal-hal yang dilakukan atau dihadapi para karakternya. \u00a0 Dengan memperkenalkan karakter cerita secara mendalam, Ayah dan Bunda bisa mengajak anak memahami motivasi serta perasaan mereka.\u00a0 \u00a0 2. Mengenalkan Berbagai Rupa Orang dan Budaya lewat Media Manfaatkan media seperti buku, televisi, internet, dan video untuk mengenalkan anak terhadap orang dari berbagai suku bangsa, negara, budaya, warna kulit, dan sebagainya. Hal ini juga sesuai dengan ajaran Al-Qur\u2019an tentang saling mengenal bangsa dan suku yang beragam. \u00a0 3. Mengajak Anak Menggambarkan Perasaannya\u00a0 Kemampuan menggambarkan perasaan adalah salah satu cara menanamkan empati. Ketika si kecil mampu menggambarkan perasaannya sendiri dengan tepat, hatinya akan mudah membentuk empati terhadap nasib atau situasi orang lain. Misalnya, ketika si anak sedih, tertawa, atau menangis, Ayah dan Bunda bisa duduk bersama si kecil dan mengajak mereka bicara tentang perasaan saat itu. \u00a0 4. Mengajarkan Kesamaan Pengalaman dengan Orang Lain Kemampuan menempatkan diri dalam situasi orang lain merupakan bibit empati. Salah satu cara agar si kecil cepat memahami situasi orang lain adalah dengan mengaitkan pengalaman. Misalnya, ketika mengajari anak untuk mengembalikan barang milik teman, Ayah dan Bunda bisa berbagi pengalaman saat si kecil kehilangan mainan atau barang kesayangannya. \u00a0 5. Melakukan Aktivitas Sosial Menurut Islam bersama Anak Dalam Islam, aktivitas sosial merupakan bagian dari ibadah. Jika ingin si kecil meniru tindakan baik, pastikan Ayah dan Bunda mengajak mereka melakukan kegiatan sosial bersama. Misalnya, ajak si kecil berbagi makanan untuk tukang sapu dan pengamen di pinggir jalan. Dengan melakukan aktivitas seperti ini, anak bisa perlahan belajar empati dan segudang manfaat lain. \u00a0 6. Mengajari Anak Amalan Baik Sederhana\u00a0 Amalan baik tidak harus berhenti di Ayah dan Bunda. Amalan baik, sekecil apa pun akan sangat membantu dan memberi si kecil pahala. Cara melakukannya pun mudah dan bisa Ayah Bunda kreasikan. Misalnya adalah tidak menyontek saat ujian, belajar membuang sampah pada tempatnya, dan sebagainya. \u00a0 7. Menjadi Pribadi yang Bisa Ditiru Anak\u00a0 Akhirnya, semua hal baik dalam perjalanan agama Islam berasal dari teladan baik juga. Dalam keluarga, Ayah dan Bunda adalah orang pertama yang ditiru anak. Pastikan memiliki kebiasaan baik serta mengembangkan sifat positif sebelum meminta anak untuk menirunya. Dengan memahami kebiasaan orang tua mengulang-ulang perbuatan baik, si kecil bisa terdorong untuk melakukan hal yang sama. \u00a0 Cara Mengajari Anak Amalan Agama Islam \u00a0 Pendidikan agama Islam di rumah bukan hanya tanggung jawab Ayah dan Bunda. Sekolah.mu adalah platform belajar intensif online. Siswanya terdiri dari berbagai tingkatan, mulai dari usia PAUD hingga SMA. Salah satu program yang ditawarkan Sekolah.mu adalah Living Qur\u2019an, yaitu mengajari agama sekaligus praktik pelaksanaannya. \u00a0 Dalam program ini, semua gurunya berpengalaman dan mampu membimbing anak agar bisa menyerap pelajaran dari Al-Qur\u2019an. Prosesnya dilakukan secara daring sehingga orang tua mudah untuk mengikutinya. Konsep Blended Learning-nya juga memastikan pelajaran mudah dipahami dan diserap, memadukan teori sekaligus praktik. \u00a0 Ingat, mengajarkan agama dan Al-Qur\u2019an bukan hanya soal hafalan, tetapi juga amalan baik sehari-hari. Mari belajar pendidikan agama Islam lewat aktivitas sehari-hari dan gunakan program Sekolah.mu untuk memberi si kecil pendidikan yang bermutu.<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":270233,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[281,1],"tags":[240,197,68,220,239,212,241,227,222,221,46],"class_list":["post-270223","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agama-islam","category-umum","tag-agama","tag-anak","tag-belajar","tag-eksperimen","tag-empati","tag-informatif","tag-islam","tag-parenting","tag-permainan","tag-sains","tag-sekolah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cara Kembangkan Empati Anak dalam Pendidikan Agama Islam - Blog Sekolah.mu<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pendidikan agama Islam dimulai di rumah lewat perilaku Ayah dan Bunda. Inilah beberapa cara mengembangkan empati anak yang dapat dilakukan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Kembangkan Empati Anak dalam Pendidikan Agama Islam - Blog Sekolah.mu\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pendidikan agama Islam dimulai di rumah lewat perilaku Ayah dan Bunda. Inilah beberapa cara mengembangkan empati anak yang dapat dilakukan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Sekolah.mu\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-14T01:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-26T13:34:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-0-haibunda-com.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"650\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"366\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Web Developer\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Web Developer\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam\"},\"author\":{\"name\":\"Web Developer\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b\"},\"headline\":\"Cara Kembangkan Empati Anak dalam Pendidikan Agama Islam\",\"datePublished\":\"2022-07-14T01:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-26T13:34:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam\"},\"wordCount\":582,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/15-0-haibunda-com.jpeg\",\"keywords\":[\"agama\",\"anak\",\"belajar\",\"eksperimen\",\"empati\",\"informatif\",\"islam\",\"parenting\",\"permainan\",\"sains\",\"sekolah\"],\"articleSection\":[\"Agama Islam\",\"Umum\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam\",\"name\":\"Cara Kembangkan Empati Anak dalam Pendidikan Agama Islam - Blog Sekolah.mu\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/15-0-haibunda-com.jpeg\",\"datePublished\":\"2022-07-14T01:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-26T13:34:09+00:00\",\"description\":\"Pendidikan agama Islam dimulai di rumah lewat perilaku Ayah dan Bunda. Inilah beberapa cara mengembangkan empati anak yang dapat dilakukan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/15-0-haibunda-com.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/15-0-haibunda-com.jpeg\",\"width\":650,\"height\":366,\"caption\":\"Pendidikan Agama Islam\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Kembangkan Empati Anak dalam Pendidikan Agama Islam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog Sekolah.mu\",\"description\":\"Kolaborasi Untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Sekolah.mu\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Sekolah.mu\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b\",\"name\":\"Web Developer\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1776246604\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1776246604\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1776246604\",\"caption\":\"Web Developer\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/author\\\/webdevsekolahmu\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Kembangkan Empati Anak dalam Pendidikan Agama Islam - Blog Sekolah.mu","description":"Pendidikan agama Islam dimulai di rumah lewat perilaku Ayah dan Bunda. Inilah beberapa cara mengembangkan empati anak yang dapat dilakukan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Kembangkan Empati Anak dalam Pendidikan Agama Islam - Blog Sekolah.mu","og_description":"Pendidikan agama Islam dimulai di rumah lewat perilaku Ayah dan Bunda. Inilah beberapa cara mengembangkan empati anak yang dapat dilakukan","og_url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam","og_site_name":"Blog Sekolah.mu","article_published_time":"2022-07-14T01:00:00+00:00","article_modified_time":"2024-05-26T13:34:09+00:00","og_image":[{"width":650,"height":366,"url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-0-haibunda-com.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Web Developer","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Web Developer","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam"},"author":{"name":"Web Developer","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/person\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b"},"headline":"Cara Kembangkan Empati Anak dalam Pendidikan Agama Islam","datePublished":"2022-07-14T01:00:00+00:00","dateModified":"2024-05-26T13:34:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam"},"wordCount":582,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-0-haibunda-com.jpeg","keywords":["agama","anak","belajar","eksperimen","empati","informatif","islam","parenting","permainan","sains","sekolah"],"articleSection":["Agama Islam","Umum"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam","name":"Cara Kembangkan Empati Anak dalam Pendidikan Agama Islam - Blog Sekolah.mu","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-0-haibunda-com.jpeg","datePublished":"2022-07-14T01:00:00+00:00","dateModified":"2024-05-26T13:34:09+00:00","description":"Pendidikan agama Islam dimulai di rumah lewat perilaku Ayah dan Bunda. Inilah beberapa cara mengembangkan empati anak yang dapat dilakukan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#primaryimage","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-0-haibunda-com.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-0-haibunda-com.jpeg","width":650,"height":366,"caption":"Pendidikan Agama Islam"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/cara-kembangkan-empati-anak-pendidikan-agama-islam#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Kembangkan Empati Anak dalam Pendidikan Agama Islam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/","name":"Blog Sekolah.mu","description":"Kolaborasi Untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia","publisher":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#organization","name":"Sekolah.mu","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg","width":512,"height":512,"caption":"Sekolah.mu"},"image":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/person\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b","name":"Web Developer","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1776246604","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1776246604","contentUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1776246604","caption":"Web Developer"},"url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/author\/webdevsekolahmu"}]}},"views":377,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270223","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=270223"}],"version-history":[{"count":17,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270223\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":271690,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270223\/revisions\/271690"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/270233"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=270223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=270223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=270223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}