{"id":270697,"date":"2022-08-22T17:19:20","date_gmt":"2022-08-22T10:19:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/?p=270697"},"modified":"2024-05-26T20:30:39","modified_gmt":"2024-05-26T13:30:39","slug":"belajar-calistung-living-math","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/matematika\/belajar-calistung-living-math","title":{"rendered":"Metode Efektif Belajar Calistung Berdasar Usia Anak"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"270697\" class=\"elementor elementor-270697\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-1e240aa6 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default wpr-particle-no wpr-jarallax-no wpr-parallax-no wpr-sticky-section-no wpr-equal-height-no\" data-id=\"1e240aa6\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-2acda6b6\" data-id=\"2acda6b6\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-a7a471c elementor-widget-divider--view-line elementor-widget elementor-widget-divider\" data-id=\"a7a471c\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"divider.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-divider\">\n\t\t\t<span class=\"elementor-divider-separator\">\n\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-49bbe43d elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"49bbe43d\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut Profesor Psikologi dari University of Califonia, Ross A. Thompson, Ph.D., sebagaimana dilansir situs <span style=\"text-decoration: underline;\"><span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff; text-decoration: underline;\" href=\"https:\/\/www.webmd.com\/parenting\/features\/when-should-kids-learn-read-write-math\">WebMD<\/a><\/span><\/span>, tidak ada tolok ukur usia yang pasti bagi anak-anak untuk mulai <strong>belajar calistung<\/strong>. Setiap Anak memiliki waktunya masing-masing, bergantung banyak faktor.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Situs <span style=\"text-decoration: underline;\"><span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff; text-decoration: underline;\" href=\"https:\/\/www.usnews.com\/education\/k12\/articles\/when-do-kids-learn-to-read?context=amp\">USNews<\/a><\/span><\/span> pun mengungkapkan hal senada. Banyak Anak yang baru mulai belajar membaca pada usia enam sampai tujuh tahun, tetapi tidak sedikit yang sudah memulainya sejak berusia tiga tahun, bahkan lebih cepat.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, kalau Ayah Bunda sendiri, kira-kira ingin mulai mengajarkan calistung pada si kecil sejak kapan? Apakah sejak sedini mungkin, atau menunggu hingga Anak merasa siap? Jangan bingung, ya, sebab semuanya bisa dilakukan, yang penting tidak ada unsur pemaksaan pada Anak.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-271192\" src=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/28-1-3.jpg\" alt=\"Belajar Calistung\" width=\"800\" srcset=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/28-1-3.jpg 1024w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/28-1-3-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/28-1-3-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/28-1-3-690x460.jpg 690w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/28-1-3-210x140.jpg 210w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/span>\n<figcaption><span style=\"color: #000000;\">Sumber : Envato<\/span><\/figcaption>\n<\/figure>\n<\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Mengenal Pengertian Calistung<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Ngomong-ngomong<\/em> soal <strong>belajar calistung<\/strong>, sebelumnya apakah Ayah Bunda sudah tahu apa itu calistung? Tentu sudah, ya. Meski begitu, mari kita ingat kembali apa yang dimaksud dengan calistung. Barangkali ada di antara Ayah Bunda yang sudah lupa.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Calistung adalah akronim dari baca, tulis, dan berhitung. Ketiga hal ini merupakan kemampuan dasar yang perlu dimiliki seseorang supaya ia bisa mempelajari hal lainnya lebih mudah. Misalnya di bangku sekolah, anak-anak harus bisa membaca, menulis, juga berhitung dahulu supaya bisa mempelajari berbagai materi lanjutan.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Belajar Calistung Berdasar Usia Anak<\/strong><\/span><\/h2>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika Ayah Bunda berencana mengajarkan calistung pada Anak sejak dini, ada beberapa metode yang bisa diterapkan. Metode-metode ini didasarkan pada usia Anak, sehingga akan lebih efektif dan <em>nggak<\/em> akan membuat Anak tertekan.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Usia Tingkat PAUD<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pembelajaran calistung pada Anak usia PAUD masih sangat sederhana. Untuk membaca, Ayah Bunda bisa mengenalkan abjad melalui lagu-lagu interaktif yang membuatnya semangat. Di samping itu, Ayah Bunda juga bisa mengenalkan nama-nama berbagai benda.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk pelajaran menulis, Anak bisa diajari cara memegang alat tulis dan membuat berbagai jenis garis. Sementara untuk berhitung, metode bernyanyi cukup efektif untuk dilakukan.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Usia Tingkat TK A<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Belajar calistung<\/strong> untuk Anak TK A sudah lebih kompleks dibanding Anak PAUD. Namun, tetap sederhana. Untuk membaca, Anak bisa mulai diajari tentang bentuk huruf, meliputi perbedaan huruf kapital dan huruf kecil.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk menulis, jika Anak PAUD baru belajar membuat garis sesuka hati mereka, Anak TK A mulai diarahkan agar membuat garis rapi dan terarah. Ayah Bunda bisa memanfaatkan teknik <em>dot to dot<\/em> atau meminta Anak menghubungkan beberapa titik menjadi garis.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk berhitung, mulai kenalkan Anak dengan hitungan satu sampai lima. Lalu, ajak mereka praktik dengan menghitung benda-benda di sekitarnya, seperti mainan, buah, jari, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Usia Tingkat TK B<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anak-anak di usia TK B sudah bisa mulai diajarkan mengeja kosakata. Misalnya \u201cb-u, bu, d-i, di&#8230; budi.\u201d Lakukan hal ini secara bertahap, dari kata yang mudah, sampai yang sulit seperti kata dengan akhiran huruf konsonan.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk menulis, Anak TK B bisa mulai diarahkan untuk membuat tulisan seperti yang dicontohkan. Misalnya Ayah Bunda menulis \u201cBudi\u201d, lalu minta Anak menulis kata yang sama sebanyak beberapa kali.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara untuk pelajaran berhitung, Anak TK B sudah bisa mulai diajari operasi hitung bilangan sederhana. Dalam hal ini sistem penjumlahan dan pengurangan. Ayah Bunda bisa memanfaatkan benda-benda di sekitar Anak untuk mengenalkan hal ini.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Usia Tingkat SD<\/strong><\/span><\/h3>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ketika Anak sudah memasuki usia SD, kegiatan <strong>belajar calistung<\/strong> sudah menjadi sarana untuk memahami hal-hal lain yang lebih kompleks. Di sini Ayah Bunda tidak sekadar mengajarkan baca, tulis, dan berhitung pada Anak, tetapi juga membuat mereka mampu memahami apa yang dibaca, ditulis, juga dihitung.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Misalnya, Anak membaca kalimat, maka ia harus bisa menjelaskan apa yang dimaksud dalam kalimat tersebut. Begitu pun saat Anak belajar menulis dan berhitung, Anak harus bisa menjelaskan apa yang ditulis, juga\u00a0 memahami konsep berhitung dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat membayar ketika jajan.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Gimana<\/em>, Ayah Bunda, ternyata ada banyak ya, metode yang bisa digunakan untuk belajar baca, tulis, dan berhitung? Jadi, jangan sampai salah metode ya. Anak-anak harus mendapat pelajaran sesuai usianya, <em>lho<\/em>.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, khusus Ayah Bunda yang ingin si kecil lebih mahir dalam bidang hitung-menghitung atau matematika, ada kelas seru <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/bayar.sekolah.mu\/living-math?utm_source=SEO&amp;utm_medium=Article\"><span style=\"text-decoration: underline;\"><span style=\"color: #0000ff; text-decoration: underline;\">Living Math<\/span><\/span><\/a> yang bisa dicoba di platform <a href=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/?utm_source=SEO&amp;utm_medium=Article\"><span style=\"text-decoration: underline; color: #0000ff;\">Sekolah.mu<\/span><\/a>.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kelas <span style=\"text-decoration: underline;\"><span style=\"color: #0000ff;\"><a style=\"color: #0000ff; text-decoration: underline;\" href=\"https:\/\/bayar.sekolah.mu\/living-math?utm_source=SEO&amp;utm_medium=Article\">Living Math<\/a><\/span><\/span> bisa diikuti oleh anak-anak dari usia PAUD hingga SD. Materi yang diberikan para tutor pun sangat menarik, detail, dan sesuai dengan perkembangan usia Anak. Dijamin anak <em>nggak<\/em> akan bosan <strong>belajar calistung<\/strong>, khususnya berhitung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-39b47fa elementor-widget-divider--view-line elementor-widget elementor-widget-divider\" data-id=\"39b47fa\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"divider.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-divider\">\n\t\t\t<span class=\"elementor-divider-separator\">\n\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut Profesor Psikologi dari University of Califonia, Ross A. Thompson, Ph.D., sebagaimana dilansir situs WebMD, tidak ada tolok ukur usia yang pasti bagi anak-anak untuk mulai belajar calistung. Setiap Anak memiliki waktunya masing-masing, bergantung banyak faktor. \u00a0 Situs USNews pun mengungkapkan hal senada. Banyak Anak yang baru mulai belajar membaca pada usia enam sampai tujuh tahun, tetapi tidak sedikit yang sudah memulainya sejak berusia tiga tahun, bahkan lebih cepat. \u00a0 Nah, kalau Ayah Bunda sendiri, kira-kira ingin mulai mengajarkan calistung pada si kecil sejak kapan? Apakah sejak sedini mungkin, atau menunggu hingga Anak merasa siap? Jangan bingung, ya, sebab semuanya bisa dilakukan, yang penting tidak ada unsur pemaksaan pada Anak. \u00a0 Mengenal Pengertian Calistung \u00a0 Ngomong-ngomong soal belajar calistung, sebelumnya apakah Ayah Bunda sudah tahu apa itu calistung? Tentu sudah, ya. Meski begitu, mari kita ingat kembali apa yang dimaksud dengan calistung. Barangkali ada di antara Ayah Bunda yang sudah lupa. \u00a0 Calistung adalah akronim dari baca, tulis, dan berhitung. Ketiga hal ini merupakan kemampuan dasar yang perlu dimiliki seseorang supaya ia bisa mempelajari hal lainnya lebih mudah. Misalnya di bangku sekolah, anak-anak harus bisa membaca, menulis, juga berhitung dahulu supaya bisa mempelajari berbagai materi lanjutan. \u00a0 Belajar Calistung Berdasar Usia Anak \u00a0 Jika Ayah Bunda berencana mengajarkan calistung pada Anak sejak dini, ada beberapa metode yang bisa diterapkan. Metode-metode ini didasarkan pada usia Anak, sehingga akan lebih efektif dan nggak akan membuat Anak tertekan. \u00a0 Usia Tingkat PAUD \u00a0 Pembelajaran calistung pada Anak usia PAUD masih sangat sederhana. Untuk membaca, Ayah Bunda bisa mengenalkan abjad melalui lagu-lagu interaktif yang membuatnya semangat. Di samping itu, Ayah Bunda juga bisa mengenalkan nama-nama berbagai benda. \u00a0 Untuk pelajaran menulis, Anak bisa diajari cara memegang alat tulis dan membuat berbagai jenis garis. Sementara untuk berhitung, metode bernyanyi cukup efektif untuk dilakukan. \u00a0 Usia Tingkat TK A \u00a0 Belajar calistung untuk Anak TK A sudah lebih kompleks dibanding Anak PAUD. Namun, tetap sederhana. Untuk membaca, Anak bisa mulai diajari tentang bentuk huruf, meliputi perbedaan huruf kapital dan huruf kecil. \u00a0 Untuk menulis, jika Anak PAUD baru belajar membuat garis sesuka hati mereka, Anak TK A mulai diarahkan agar membuat garis rapi dan terarah. Ayah Bunda bisa memanfaatkan teknik dot to dot atau meminta Anak menghubungkan beberapa titik menjadi garis. \u00a0 Untuk berhitung, mulai kenalkan Anak dengan hitungan satu sampai lima. Lalu, ajak mereka praktik dengan menghitung benda-benda di sekitarnya, seperti mainan, buah, jari, dan sebagainya. \u00a0 Usia Tingkat TK B \u00a0 Anak-anak di usia TK B sudah bisa mulai diajarkan mengeja kosakata. Misalnya \u201cb-u, bu, d-i, di&#8230; budi.\u201d Lakukan hal ini secara bertahap, dari kata yang mudah, sampai yang sulit seperti kata dengan akhiran huruf konsonan. \u00a0 Untuk menulis, Anak TK B bisa mulai diarahkan untuk membuat tulisan seperti yang dicontohkan. Misalnya Ayah Bunda menulis \u201cBudi\u201d, lalu minta Anak menulis kata yang sama sebanyak beberapa kali. \u00a0 Sementara untuk pelajaran berhitung, Anak TK B sudah bisa mulai diajari operasi hitung bilangan sederhana. Dalam hal ini sistem penjumlahan dan pengurangan. Ayah Bunda bisa memanfaatkan benda-benda di sekitar Anak untuk mengenalkan hal ini. \u00a0 Usia Tingkat SD \u00a0 Ketika Anak sudah memasuki usia SD, kegiatan belajar calistung sudah menjadi sarana untuk memahami hal-hal lain yang lebih kompleks. Di sini Ayah Bunda tidak sekadar mengajarkan baca, tulis, dan berhitung pada Anak, tetapi juga membuat mereka mampu memahami apa yang dibaca, ditulis, juga dihitung. \u00a0 Misalnya, Anak membaca kalimat, maka ia harus bisa menjelaskan apa yang dimaksud dalam kalimat tersebut. Begitu pun saat Anak belajar menulis dan berhitung, Anak harus bisa menjelaskan apa yang ditulis, juga\u00a0 memahami konsep berhitung dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat membayar ketika jajan. \u00a0 Gimana, Ayah Bunda, ternyata ada banyak ya, metode yang bisa digunakan untuk belajar baca, tulis, dan berhitung? Jadi, jangan sampai salah metode ya. Anak-anak harus mendapat pelajaran sesuai usianya, lho. \u00a0 Nah, khusus Ayah Bunda yang ingin si kecil lebih mahir dalam bidang hitung-menghitung atau matematika, ada kelas seru Living Math yang bisa dicoba di platform Sekolah.mu. \u00a0 Kelas Living Math bisa diikuti oleh anak-anak dari usia PAUD hingga SD. Materi yang diberikan para tutor pun sangat menarik, detail, dan sesuai dengan perkembangan usia Anak. Dijamin anak nggak akan bosan belajar calistung, khususnya berhitung.<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":271191,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[280,1],"tags":[],"class_list":["post-270697","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-matematika","category-umum"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Metode Efektif Belajar Calistung Berdasar Usia Anak - Blog Sekolah.mu<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mengajak anak belajar calistung nggak bisa dilakukan sembarangan, lho. Harus sesuai perkembangan usia. Inilah beberapa metode yang bisa diterapkan!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Metode Efektif Belajar Calistung Berdasar Usia Anak - Blog Sekolah.mu\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengajak anak belajar calistung nggak bisa dilakukan sembarangan, lho. Harus sesuai perkembangan usia. Inilah beberapa metode yang bisa diterapkan!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Sekolah.mu\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-22T10:19:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-26T13:30:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/28-0-3.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"667\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Web Developer\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Web Developer\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/belajar-calistung-living-math#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/belajar-calistung-living-math\"},\"author\":{\"name\":\"Web Developer\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b\"},\"headline\":\"Metode Efektif Belajar Calistung Berdasar Usia Anak\",\"datePublished\":\"2022-08-22T10:19:20+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-26T13:30:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/belajar-calistung-living-math\"},\"wordCount\":681,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/belajar-calistung-living-math#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/28-0-3.jpg\",\"articleSection\":[\"Matematika\",\"Umum\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/belajar-calistung-living-math#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/belajar-calistung-living-math\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/belajar-calistung-living-math\",\"name\":\"Metode Efektif Belajar Calistung Berdasar Usia Anak - Blog Sekolah.mu\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/belajar-calistung-living-math#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/belajar-calistung-living-math#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/28-0-3.jpg\",\"datePublished\":\"2022-08-22T10:19:20+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-26T13:30:39+00:00\",\"description\":\"Mengajak anak belajar calistung nggak bisa dilakukan sembarangan, lho. Harus sesuai perkembangan usia. Inilah beberapa metode yang bisa diterapkan!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/belajar-calistung-living-math#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/belajar-calistung-living-math\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/belajar-calistung-living-math#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/28-0-3.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/28-0-3.jpg\",\"width\":1024,\"height\":667,\"caption\":\"Sumber : Envato\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/belajar-calistung-living-math#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Metode Efektif Belajar Calistung Berdasar Usia Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog Sekolah.mu\",\"description\":\"Kolaborasi Untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Sekolah.mu\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Sekolah.mu\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b\",\"name\":\"Web Developer\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1776851664\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1776851664\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1776851664\",\"caption\":\"Web Developer\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/author\\\/webdevsekolahmu\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Metode Efektif Belajar Calistung Berdasar Usia Anak - Blog Sekolah.mu","description":"Mengajak anak belajar calistung nggak bisa dilakukan sembarangan, lho. Harus sesuai perkembangan usia. Inilah beberapa metode yang bisa diterapkan!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Metode Efektif Belajar Calistung Berdasar Usia Anak - Blog Sekolah.mu","og_description":"Mengajak anak belajar calistung nggak bisa dilakukan sembarangan, lho. Harus sesuai perkembangan usia. Inilah beberapa metode yang bisa diterapkan!","og_url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math","og_site_name":"Blog Sekolah.mu","article_published_time":"2022-08-22T10:19:20+00:00","article_modified_time":"2024-05-26T13:30:39+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":667,"url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/28-0-3.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Web Developer","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Web Developer","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math"},"author":{"name":"Web Developer","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/person\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b"},"headline":"Metode Efektif Belajar Calistung Berdasar Usia Anak","datePublished":"2022-08-22T10:19:20+00:00","dateModified":"2024-05-26T13:30:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math"},"wordCount":681,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/28-0-3.jpg","articleSection":["Matematika","Umum"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math","name":"Metode Efektif Belajar Calistung Berdasar Usia Anak - Blog Sekolah.mu","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/28-0-3.jpg","datePublished":"2022-08-22T10:19:20+00:00","dateModified":"2024-05-26T13:30:39+00:00","description":"Mengajak anak belajar calistung nggak bisa dilakukan sembarangan, lho. Harus sesuai perkembangan usia. Inilah beberapa metode yang bisa diterapkan!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math#primaryimage","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/28-0-3.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/28-0-3.jpg","width":1024,"height":667,"caption":"Sumber : Envato"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/belajar-calistung-living-math#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Metode Efektif Belajar Calistung Berdasar Usia Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/","name":"Blog Sekolah.mu","description":"Kolaborasi Untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia","publisher":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#organization","name":"Sekolah.mu","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg","width":512,"height":512,"caption":"Sekolah.mu"},"image":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/person\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b","name":"Web Developer","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1776851664","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1776851664","contentUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1776851664","caption":"Web Developer"},"url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/author\/webdevsekolahmu"}]}},"views":6697,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270697","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=270697"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270697\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":271729,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270697\/revisions\/271729"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/271191"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=270697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=270697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=270697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}