{"id":272426,"date":"2022-10-05T10:50:42","date_gmt":"2022-10-05T03:50:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/?p=272426"},"modified":"2022-10-05T10:50:44","modified_gmt":"2022-10-05T03:50:44","slug":"menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil","title":{"rendered":"Menanamkan Sikap Peduli Lingkungan ke Si Kecil"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-black-color has-text-color\">Krisis lingkungan memberikan tantangan yang cukup besar saat ini, dan tentunya akan memberikan masalah yang lebih besar di masa yang akan datang. Oleh karena itu, menanamkan<strong> sikap peduli lingkungan<\/strong> kepada anak sejak kecil menjadi kewajiban orang tua. Apa saja manfaat mengajarkan sifat ini? Apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkannya?<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"has-black-color has-text-color has-medium-font-size wp-block-heading\"><strong>Manfaat Mengajarkan Peduli Lingkungan pada Anak\u00a0<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<div style=\"height:31px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"765\" src=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-1-1024x765.jpg\" alt=\"Sikap Peduli Lingkungan\" class=\"wp-image-272473\" srcset=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-1-1024x765.jpg 1024w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-1-300x224.jpg 300w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-1-768x573.jpg 768w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-1.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Sumber : Envato<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<div style=\"height:31px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color\">Apakah mengajarkan kepada si kecil mengenai kepedulian akan lingkungan dapat bermanfaat dalam hidupnya? Mari simak penjelasan mengenai manfaat apa saja yang bisa dirasakan:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"has-black-color has-text-color wp-block-heading\">1. <strong>Anak lebih menghargai lingkungan\u00a0<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color\">Rasa menghargai anak kepada lingkungan tentunya tidak muncul dengan sendirinya. Anak hanya bisa menghargai lingkungan jika ada rasa peduli di dalam dirinya. Anak yang menghargai lingkungan pastinya tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang berpotensi untuk mencemari lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"has-black-color has-text-color wp-block-heading\">2. <strong>Anak bisa berpikir lebih kreatif\u00a0<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color\">Orang tua yang mengajarkan <strong>sikap peduli lingkungan<\/strong> pastinya mengenalkan berbagai jenis perilaku alternatif yang lebih ramah lingkungan pada anaknya. Hal ini ternyata dapat membantu anak untuk berpikir kreatif. Ketika awalnya anak diberi contoh perilaku oleh orang tuanya, semakin besar dia akan semakin kreatif.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"has-black-color has-text-color wp-block-heading\">3. <strong>Anak lebih bertanggung jawab\u00a0<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color\">Ternyata rasa cinta pada lingkungan juga membantu anak untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab. Hal ini dikarenakan anak akan senantiasa melakukan pertimbangan yang masak sebelum melakukan sesuatu. Dia pasti akan terbiasa memikirkan dampak positif dan negatif dari setiap tindakan.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"has-black-color has-text-color has-medium-font-size wp-block-heading\"><strong>Apa Saja Contoh Sikap Peduli pada Lingkungan?\u00a0<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-2-1024x683.jpg\" alt=\"Sikap Peduli Lingkungan\" class=\"wp-image-272474\" srcset=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-2-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-2-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-2-690x460.jpg 690w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-2-210x140.jpg 210w, https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-2.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Sumber : Envato<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color\">Aktivisme lingkungan hidup pada anak pastinya berbeda dengan orang dewasa. Di tahap perkembangannya, sikap peduli dengan lingkungan ditunjukkan melalui tindakan sederhana. Pendidikan yang ditanamkan sejak kecil ini dapat berkembang menjadi tindakan-tindakan yang lebih besar di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color\">Berikut merupakan contoh sikap peduli terhadap lingkungan yang bisa diajarkan kepada anak:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"has-black-color has-text-color wp-block-list\"><li>Mematikan alat-alat elektronik yang tidak digunakan, seperti televisi dan lampu.<\/li><li>Mematikan keran air setelah selesai mencuci tangan.<\/li><li>Membuang sampah pada tempatnya.<\/li><li>Menggunakan alat transportasi umum untuk bepergian sehari-hari.<\/li><li>Mulai memilah sampah yang organik dan anorganik.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"has-black-color has-text-color has-medium-font-size wp-block-heading\"><strong>Strategi Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color\">Adakah hal yang bisa dilakukan orang tua untuk semakin menanamkan <strong>sikap peduli lingkungan <\/strong>pada anaknya? Berikut merupakan beberapa strategi yang disarankan untuk dilakukan kepada orang tua agar si kecil makin menyayangi lingkungan sekitarnya:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"has-black-color has-text-color wp-block-heading\">1. <strong>Merancang lingkungan fisik yang menstimulasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color\">Orang tua banyak yang kurang menyadari bahwa lingkungan fisik memegang peranan penting dalam membentuk perilaku anak. Konsep pendidikan Montessori misalnya, berprinsip bahwa memanipulasi lingkungan tempat tinggal anak akan membuatnya melakukan perilaku yang diharapkan. Contohnya cukup sederhana:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"has-black-color has-text-color wp-block-list\"><li>Meletakkan tempat sampah di tempat yang mudah dijangkau anak sehingga anak akan mudah membuang sampah jika diperlukan.<\/li><li>Wastafel diberi akses panjatan sehingga anak bisa mempraktikkan cuci tangan sendiri.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"has-black-color has-text-color wp-block-heading\">2. <strong>Rajin mengajak anak mengunjungi lokasi outdoor<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color\">Orang tua juga bisa memupuk rasa cinta anak pada lingkungan dengan mengajaknya mengunjungi lokasi <em>outdoor<\/em> seperti kebun maupun pegunungan. Anak yang terbiasa melihat pemandangan asri dan hijau hatinya akan terketuk ketika melihat kondisi lingkungan yang tidak baik.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"has-black-color has-text-color wp-block-heading\">3. <strong>Memberikan contoh perilaku yang diharapkan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color\">Fungsi orang tua di dalam pendidikan cinta lingkungan anak juga mencakup memberi anak contoh yang baik. Di usia perkembangannya, anak masih sering meniru perilaku dari figur otoritas. Karena itu, orang tua harus menunjukkan perilaku yang dia harapkan ditiru oleh anaknya.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"has-black-color has-text-color wp-block-heading\">4. <strong>Menyampaikan pesan melalui video maupun cerita<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color\">Hal ini merupakan cara yang nampaknya sederhana namun sangat efektif untuk dipraktikkan kepada anak-anak. Saat ini ada cukup banyak film maupun buku cerita yang khusus dirancang untuk memberikan pesan eksplisit mengenai kasih pada lingkungan. Membawakan media seperti ini kepada anak akan memupuk rasa kasih tersebut dalam diri anak.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:15px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color\">Apakah kamu merasa bahwa mengajari anak untuk mencintai lingkungan terlalu susah? Lakukan dengan perlahan saja dan gunakan cara yang sederhana. Mengikutkan anak dalam salah program yang ditawarkan <a href=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/?ref=blog\"><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\"><span style=\"text-decoration: underline;\">Sekolah.mu<\/span><\/mark><\/a> pun bisa membantu karena pastinya ada materi yang mengajarkan anak <strong>sikap peduli lingkungan<\/strong>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Krisis lingkungan memberikan tantangan yang cukup besar saat ini, dan tentunya akan memberikan masalah yang lebih besar di masa yang akan datang. Oleh karena itu, menanamkan sikap peduli lingkungan kepada anak sejak kecil menjadi kewajiban orang tua. Apa saja manfaat mengajarkan sifat ini? Apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkannya? Manfaat Mengajarkan Peduli Lingkungan pada Anak\u00a0 Apakah mengajarkan kepada si kecil mengenai kepedulian akan lingkungan dapat bermanfaat dalam hidupnya? Mari simak penjelasan mengenai manfaat apa saja yang bisa dirasakan: 1. Anak lebih menghargai lingkungan\u00a0 Rasa menghargai anak kepada lingkungan tentunya tidak muncul dengan sendirinya. Anak hanya bisa menghargai lingkungan jika ada rasa peduli di dalam dirinya. Anak yang menghargai lingkungan pastinya tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang berpotensi untuk mencemari lingkungan. 2. Anak bisa berpikir lebih kreatif\u00a0 Orang tua yang mengajarkan sikap peduli lingkungan pastinya mengenalkan berbagai jenis perilaku alternatif yang lebih ramah lingkungan pada anaknya. Hal ini ternyata dapat membantu anak untuk berpikir kreatif. Ketika awalnya anak diberi contoh perilaku oleh orang tuanya, semakin besar dia akan semakin kreatif. 3. Anak lebih bertanggung jawab\u00a0 Ternyata rasa cinta pada lingkungan juga membantu anak untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab. Hal ini dikarenakan anak akan senantiasa melakukan pertimbangan yang masak sebelum melakukan sesuatu. Dia pasti akan terbiasa memikirkan dampak positif dan negatif dari setiap tindakan. Apa Saja Contoh Sikap Peduli pada Lingkungan?\u00a0 Aktivisme lingkungan hidup pada anak pastinya berbeda dengan orang dewasa. Di tahap perkembangannya, sikap peduli dengan lingkungan ditunjukkan melalui tindakan sederhana. Pendidikan yang ditanamkan sejak kecil ini dapat berkembang menjadi tindakan-tindakan yang lebih besar di masa depan. Berikut merupakan contoh sikap peduli terhadap lingkungan yang bisa diajarkan kepada anak: Mematikan alat-alat elektronik yang tidak digunakan, seperti televisi dan lampu. Mematikan keran air setelah selesai mencuci tangan. Membuang sampah pada tempatnya. Menggunakan alat transportasi umum untuk bepergian sehari-hari. Mulai memilah sampah yang organik dan anorganik. Strategi Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua? Adakah hal yang bisa dilakukan orang tua untuk semakin menanamkan sikap peduli lingkungan pada anaknya? Berikut merupakan beberapa strategi yang disarankan untuk dilakukan kepada orang tua agar si kecil makin menyayangi lingkungan sekitarnya: 1. Merancang lingkungan fisik yang menstimulasi Orang tua banyak yang kurang menyadari bahwa lingkungan fisik memegang peranan penting dalam membentuk perilaku anak. Konsep pendidikan Montessori misalnya, berprinsip bahwa memanipulasi lingkungan tempat tinggal anak akan membuatnya melakukan perilaku yang diharapkan. Contohnya cukup sederhana: Meletakkan tempat sampah di tempat yang mudah dijangkau anak sehingga anak akan mudah membuang sampah jika diperlukan. Wastafel diberi akses panjatan sehingga anak bisa mempraktikkan cuci tangan sendiri. 2. Rajin mengajak anak mengunjungi lokasi outdoor Orang tua juga bisa memupuk rasa cinta anak pada lingkungan dengan mengajaknya mengunjungi lokasi outdoor seperti kebun maupun pegunungan. Anak yang terbiasa melihat pemandangan asri dan hijau hatinya akan terketuk ketika melihat kondisi lingkungan yang tidak baik. 3. Memberikan contoh perilaku yang diharapkan Fungsi orang tua di dalam pendidikan cinta lingkungan anak juga mencakup memberi anak contoh yang baik. Di usia perkembangannya, anak masih sering meniru perilaku dari figur otoritas. Karena itu, orang tua harus menunjukkan perilaku yang dia harapkan ditiru oleh anaknya. 4. Menyampaikan pesan melalui video maupun cerita Hal ini merupakan cara yang nampaknya sederhana namun sangat efektif untuk dipraktikkan kepada anak-anak. Saat ini ada cukup banyak film maupun buku cerita yang khusus dirancang untuk memberikan pesan eksplisit mengenai kasih pada lingkungan. Membawakan media seperti ini kepada anak akan memupuk rasa kasih tersebut dalam diri anak. Apakah kamu merasa bahwa mengajari anak untuk mencintai lingkungan terlalu susah? Lakukan dengan perlahan saja dan gunakan cara yang sederhana. Mengikutkan anak dalam salah program yang ditawarkan Sekolah.mu pun bisa membantu karena pastinya ada materi yang mengajarkan anak sikap peduli lingkungan.<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":272472,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[318,317],"class_list":["post-272426","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-anak-peduli-lingkungan","tag-peduli-lingkungan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menanamkan Sikap Peduli Lingkungan ke Si Kecil - Blog Sekolah.mu<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mungkin kamu merasa bahwa sikap peduli lingkungan adalah konsep yang sulit diajarkan kepada anak. Artikel ini akan mematahkan miskonsepsi itu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menanamkan Sikap Peduli Lingkungan ke Si Kecil - Blog Sekolah.mu\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mungkin kamu merasa bahwa sikap peduli lingkungan adalah konsep yang sulit diajarkan kepada anak. Artikel ini akan mematahkan miskonsepsi itu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Sekolah.mu\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-05T03:50:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-05T03:50:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-0.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Web Developer\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Web Developer\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil\"},\"author\":{\"name\":\"Web Developer\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b\"},\"headline\":\"Menanamkan Sikap Peduli Lingkungan ke Si Kecil\",\"datePublished\":\"2022-10-05T03:50:42+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-05T03:50:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil\"},\"wordCount\":607,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/47-0.jpg\",\"keywords\":[\"anak peduli lingkungan\",\"peduli lingkungan\"],\"articleSection\":[\"Umum\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil\",\"name\":\"Menanamkan Sikap Peduli Lingkungan ke Si Kecil - Blog Sekolah.mu\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/47-0.jpg\",\"datePublished\":\"2022-10-05T03:50:42+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-05T03:50:44+00:00\",\"description\":\"Mungkin kamu merasa bahwa sikap peduli lingkungan adalah konsep yang sulit diajarkan kepada anak. Artikel ini akan mematahkan miskonsepsi itu.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/47-0.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/47-0.jpg\",\"width\":1200,\"height\":800,\"caption\":\"Sumber : Envato\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/umum\\\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menanamkan Sikap Peduli Lingkungan ke Si Kecil\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Blog Sekolah.mu\",\"description\":\"Kolaborasi Untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Sekolah.mu\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/03\\\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Sekolah.mu\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b\",\"name\":\"Web Developer\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1777456831\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1777456831\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1777456831\",\"caption\":\"Web Developer\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.sekolah.mu\\\/blog\\\/author\\\/webdevsekolahmu\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menanamkan Sikap Peduli Lingkungan ke Si Kecil - Blog Sekolah.mu","description":"Mungkin kamu merasa bahwa sikap peduli lingkungan adalah konsep yang sulit diajarkan kepada anak. Artikel ini akan mematahkan miskonsepsi itu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menanamkan Sikap Peduli Lingkungan ke Si Kecil - Blog Sekolah.mu","og_description":"Mungkin kamu merasa bahwa sikap peduli lingkungan adalah konsep yang sulit diajarkan kepada anak. Artikel ini akan mematahkan miskonsepsi itu.","og_url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil","og_site_name":"Blog Sekolah.mu","article_published_time":"2022-10-05T03:50:42+00:00","article_modified_time":"2022-10-05T03:50:44+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-0.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Web Developer","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Web Developer","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil"},"author":{"name":"Web Developer","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/person\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b"},"headline":"Menanamkan Sikap Peduli Lingkungan ke Si Kecil","datePublished":"2022-10-05T03:50:42+00:00","dateModified":"2022-10-05T03:50:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil"},"wordCount":607,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-0.jpg","keywords":["anak peduli lingkungan","peduli lingkungan"],"articleSection":["Umum"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil","name":"Menanamkan Sikap Peduli Lingkungan ke Si Kecil - Blog Sekolah.mu","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-0.jpg","datePublished":"2022-10-05T03:50:42+00:00","dateModified":"2022-10-05T03:50:44+00:00","description":"Mungkin kamu merasa bahwa sikap peduli lingkungan adalah konsep yang sulit diajarkan kepada anak. Artikel ini akan mematahkan miskonsepsi itu.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#primaryimage","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-0.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/47-0.jpg","width":1200,"height":800,"caption":"Sumber : Envato"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/umum\/menanamkan-sikap-peduli-lingkungan-ke-si-kecil#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menanamkan Sikap Peduli Lingkungan ke Si Kecil"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/","name":"Blog Sekolah.mu","description":"Kolaborasi Untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia","publisher":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#organization","name":"Sekolah.mu","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/cropped-Header-Sekolahmu-background.jpg","width":512,"height":512,"caption":"Sekolah.mu"},"image":{"@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/#\/schema\/person\/137b95526a8fc14cdd3785624d69db7b","name":"Web Developer","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1777456831","url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1777456831","contentUrl":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/c1fc060df968b25ee80e58e4911eccbd.jpg?ver=1777456831","caption":"Web Developer"},"url":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/author\/webdevsekolahmu"}]}},"views":909,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/272426","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=272426"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/272426\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":272511,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/272426\/revisions\/272511"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/272472"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=272426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=272426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolah.mu\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=272426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}