Panduan Awal Apply Beasiswa: Istilah Penting yang perlu Kamu Pahami supaya Tidak Salah Langkah

Panduan Awal Apply Beasiswa: Istilah Penting yang perlu Kamu Pahami supaya Tidak Salah Langkah

Proses mencari beasiswa itu bukan hanya persiapan soal dokumen dan nilai akademik saja. Jauh sebelum itu, ada hal dasar yang perlu Sobat SiKul persiapkan lebih awal. Dan inilah yang akan coba kita bahas melalui artikel ini, panduan beasiswa pemula, mulai dari pemahaman terkait istilah penting di dalamnya. Seberapa pentingnya pemahaman terhadap istilah penting untuk persiapan kuliah ini? Penting sekali, karena pemahaman awal ini bisa bantu Sobat SiKul untuk mengatur strategi pendaftaran beasiswa lebih baik, menyiapkan dokumen yang tepat, dan menaikkan persentase peluang lolos. So, stay tuned dan simak artikel ini sampai selesai ya! Panduan Beasiswa Pemula, Kenali Jenisnya Topik pertama dari istilah yang harus Sobat SiKul pahami adalah jenis beasiswa. Ada banyak sekali jenis beasiswa dengan beragam manfaat yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan utama Sobat SiKul. Ada yang bisa memberikan dukungan secara parsial maupun penuh. Apa saja jenisnya? Berikut adalah daftar kategori jenis beasiswa secara umum. Berdasarkan cakupan (coverage) manfaat beasiswa, jenisnya dibagi menjadi 2, yaitu fully funded dan partial funded. Full Funded (Beasiswa Penuh) Jenis beasiswa yang menjadi impian banyak orang adalah beasiswa yang menanggung secara keseluruhan, mulai dari tuition fee, living allowance, tunjangan buku, bahkan juga tiket pesawat pulang pergi ke domisili. Partial Funded (Beasiswa Sebagian) Beasiswa yang hanya menanggung sebagian biaya, misalnya hanya biaya kuliah atau biaya hidup saja. Atau, ini juga bisa masuk dalam kategori serupa dengan jenis tuition fee atau living allowance, berdasarkan manfaat yang diterima. Tuition fee, beasiswa yang hanya menawarkan biaya pendidikan. Biaya di luar itu seperti tempat tinggal, makan, bahkan buku untuk bahan belajar pun masih menjadi tanggung jawab pribadi. Living allowance, beasiswa yang hanya menanggung uang saku mahasiswanya, atau dana bulanan yang dibutuhkan sehari-hari. Co-funding atau Top-up Funding Skema beasiswa gabungan, yaitu sebagian biaya ditanggung oleh pemberi beasiswa dan sisanya ditutup oleh lembaga lain atau dana pribadi. Misalnya, ada beasiswa dari universitas yang menanggung tuition fee, tapi living allowance ditanggung pemerintah atau sponsor lain. Ada juga beasiswa berdasarkan sumber pembiayaannya, seperti Beasiswa Pemerintah, beberapa contohnya seperti LPDP, KIP Kuliah Beasiswa Swasta/Perusahaan, beasiswa non pemerintahan yang terdaftar sebagai organisasi swasta/perusahaan, misalnya beasiswa bank Beasiswa Universitas, beasiswa dari kampus tempat belajar Sobat SiKul, baik dari dalam maupun luar negeri Terakhir, beasiswa berdasarkan kriteria atau tujuan pemberiannya, seperti beasiswa prestasi atau beasiswa penelitian/inovasi. Nah di bagian ini, yang harus Sobat SiKul pahami adalah jenis beasiswa yang akan menjadi target utama ketika mendaftar. Sesuaikan dengan kebutuhan cakupan Sobat SiKul, beasiswa penuh atau sebagian. Kemudian, baru dilanjutkan dengan identifikasi daftar beasiswa yang tersedia. Jangan Asal Daftar, Kenali Dulu Kriteria Beasiswanya Berikutnya adalah mengenali istilah yang sering muncul dalam proses pendaftaran atau pengiriman lamaran. Karena tidak semua beasiswa cocok untuk semua orang. Perhatikan kriteria berikut sebelum mengirim lamaran, berdasarkan istilah berikut. Non-Merit Factors Penilaian di luar akademik, misalnya kepemimpinan, keaktifan organisasi, atau kontribusi sosial. Misalnya, Sobat SiKul yang aktif di organisasi bisa menyorot pengalaman memimpin proyek, jadi penilaian tidak cuma tergantung nilai rapor. Field of Study Restriction Beberapa beasiswa hanya membuka kesempatan untuk jurusan tertentu, seperti Teknik, Kedokteran, atau Pertanian. Pastikan jurusan Sobat SiKul sesuai syarat agar lamarannya tepat sasaran ya. Age Limit & Study Level Batas usia dan jenjang studi (S1/S2/S3). Ini termasuk syarat administratif yang paling sering membuat pendaftar gugur di tahap awal. Tips: cek persyaratan usia sebelum mengumpulkan dokumen supaya lebih efektif. Dokumen untuk Proses Pendaftaran Beasiswa Saat mendaftar beasiswa, Sobat SiKul akan mendengar beberapa istilah yang kami rangkum berikut ini. Baca dan pahami supaya Sobat SiKul punya gambaran untuk menyiapkannya dengan matang ya. Baca juga: Tes Minat Bakat untuk Memaksimalkan Potensi Anak Letter of Acceptance (LoA) Surat resmi bahwa Sobat SiKul sudah diterima di universitas pilihan. Biasanya ini akan disertai dengan catatan Conditional LoA, diterima dengan syarat, misal skor TOEFL belum memenuhi atau dokumen belum lengkap. Unconditional LoA, diterima tanpa syarat tambahan. Ini yang paling kuat untuk proses pencairan beasiswa. Pastikan LoA valid sesuai deadline beasiswa. Nomination Proses pencalonan nama oleh kampus atau institusi ke pemberi beasiswa. Belum tentu langsung dapat beasiswa, tapi artinya Sobat SiKul sudah selangkah lebih dekat. Misal, LPDP mewajibkan institusi menominasikan mahasiswa sebelum apply resmi. Deferred Intake Opsi untuk menunda mulai kuliah ke semester atau tahun berikutnya. Perlu diingat, tidak semua beasiswa mengizinkan penundaan ini. Jadi, sebelum mengambil opsi ini, pastikan sudah memahami aturan penyelenggara beasiswa ya, supaya tidak menjadi alasan beasiswa hangus. Hak & Kewajiban setelah Penerimaan Beasiswa Beasiswa diterima? Itu kabar baik! Nah, sebelum itu mari coba kita simulasikan ketika lamaran beasiswa Sobat SiKul diterima. Apa saja yang akan didapatkan dan bagaimana kewajiban Sobat SiKul selaku penerima beasiswa? Bond/Return Service Ikatan dinas atau kewajiban kembali ke negara atau institusi asal setelah lulus untuk mengabdi dalam jangka waktu tertentu. Renewable Scholarship Beasiswa yang bisa diperpanjang setiap tahun dengan syarat tertentu, biasanya menjaga IPK minimal. Duration of Study Batas waktu studi yang dibiayai, misal S1 maksimal 4 tahun. Jika Sobat SiKul molor, biaya tambahan biasanya harus ditanggung sendiri. Strategi & Biaya Tersembunyi yang Sering Terlewat Section terakhir dari pengenalan istilah sebelum apply beasiswa adalah persiapan keuangan dengan hidden cost yang sering tidak disiapkan sebelumnya. Beberapa contohnya seperti Hidden Costs (Biaya Tersembunyi) Tidak semua beasiswa menanggung biaya paspor, visa, legalisir dokumen, notaris, atau tes kesehatan. Jadi, pastikan Sobat SiKul mencari tahu secara lengkap dulu, baru dilanjutkan dengan persiapan keuangan untuk tabungan khusus selama masa studi. Multiple Applications Strategy Mendaftar ke beberapa beasiswa sekaligus sangat disarankan untuk memperbesar peluang, dengan catatan Sobat SiKul sanggup mengatur jadwal dan dokumen. Timeline & Backward Planning Jangan anggap deadline sebagai hari terakhir menyiapkan berkas. Gunakan backward planning: kalau deadline Maret, dokumen harus siap sejak Januari. Ini membantu mengurangi stres dan menghindari kehilangan atau kerusakan dokumen. Compliance & Reporting Kewajiban melaporkan nilai akademik atau aktivitas secara berkala kepada pemberi beasiswa. Contoh: melaporkan nilai tiap semester, kegiatan sosial, atau publikasi riset sesuai dengan term & condition yang telah disepakati sebelum menerima beasiswa. Tentu saja daftar ini masih sebagian dari banyak istilah yang harus Sobat SiKul pahami sebagai bagian dari persiapan kuliah. Memang tidak diajarkan semua di sekolah, namun bukan berarti tidak ada jalan untuk mempelajarinya saat ini. Karena ada banyak lembaga atau instansi yang sudah

Persiapan Kuliah: Apa Saja yang Perlu Disiapkan Selain Persiapan Akademik?

Hi Sobat SiKul! Semoga selalu dalam keadaan baik ya, sama seperti Admin yang selalu bahagia tiap kali menyapa Sobat SiKul lewat artikel. Nah, topik hari ini enaknya bahas tentang apa ya? Mari kita mulai dengan sebuah pertanyaan, “Saat mendengar kata “persiapan kuliah”, hal apa yang pertama kali terlintas di benak Sobat SiKul?” Nilai rapor, IELTS, UTBK, TKA atau daftar kampus impian? Pasti semuanya muncul di pikiran. Tidak salah. Selama ini, persiapan kuliah memang sering dipahami sebagai urusan akademik. Selama nilai aman dan tes lolos, prosesnya dapat dianggap selesai. Padahal realitanya, persiapan kuliah bukan sekadar itu saja. Banyak mahasiswa berhasil lolos seleksi, tetapi kemudian merasa kaget menghadapi ritme perkuliahan. Ada yang kesulitan mengatur waktu, ada yang bingung dengan arah studi, bahkan ada yang mulai mempertanyakan pilihan jurusan di semester awal. Lalu, sebenarnya apa saja yang perlu dipersiapkan agar masa kuliah bisa dijalani dengan lebih baik? Persiapan Akademik dalam Konteks Kesiapan Kuliah Persiapan akademik memang memegang peran penting dalam proses menuju perguruan tinggi. Nilai rapor, penguasaan materi dasar, serta hasil tes seperti IELTS, UTBK atau TKA membantu menunjukkan kesiapan awal untuk mengikuti perkuliahan. Tanpa bekal akademik yang cukup, proses kuliah tentu akan terasa berat bukan? Meski demikian, capaian akademik bukanlah akhir dari proses persiapan. Setelah dinyatakan diterima, mahasiswa perlu beradaptasi dengan sistem belajar yang menuntut kemandirian, kedisiplinan dan kemampuan mengatur diri. Aspek-aspek ini tentunya tidak akan tercermin dari hasil tes, dan sering kali baru terasa setelah perkuliahan dimulai. Memilih Kampus dan Jurusan: Lebih dari Sekadar Prestige Setelah akademik mulai terpetakan, pembahasan biasanya bergeser ke pilihan kampus. Mau kuliah di dalam negeri atau luar negeri? Kedua pilihan ini sebetulnya bukan hanya soal lokasi belajar ataupun prestige, karena dampaknya cukup besar. Kuliah di luar negeri, misalnya, bukan hanya soal bahasa Inggris atau reputasi kampus. Ada perbedaan budaya, cara belajar, cara berkomunikasi hingga tuntutan hidup mandiri yang perlu dipertimbangkan secara matang. Kuliah di dalam negeri lebih mudah? Tidak bisa langsung dijawab iya/tidak. Karena kita tetap membutuhkan kesiapan mental, setelah keluar dari lingkungan sekolah yang serba terstruktur. Ini baru membahas terkait kampusnya, belum dengan jurusan yang akan dipilih. Cerita tentang salah jurusan sudah sering terdengar bukan? Saat memilih jurusan, pastikan kita sudah paham minat, kemampuan, dan kemungkinan arah karir yang akan dijalani. Pilihan yang sudah melalui proses pemikiran matang (meski bisa berubah), idealnya akan membantu kita menjalani perkuliahan dengan tujuan yang lebih jelas, bukan? Baca Juga: Mengejar Impian Kuliah S1 di Luar Negeri dengan Beasiswa: Panduan Persiapan untuk Siswa SMA/SMK Bekal yang Tak Tertulis di Rapor Pendidikan kuliah pada dasarnya bukan hanya soal mengejar gelar, tapi tentang memahami persoalan di sekitar dan mencari peran di dalamnya. Ada yang tertarik pada masalah sosial, ada yang penasaran dengan perkembangan teknologi, lingkungan, atau dunia pendidikan. Ketertarikan inilah yang seringkali menjadi benang merah yang membuat proses belajar terasa relevan, bukan sekadar rutinitas datang ke kelas dan mengerjakan tugas. Lalu, apa yang membuat proses itu bisa dijalani dengan baik? Di titik ini, kemampuan di luar akademik mulai mengambil peran besar. Cara berpikir kritis, berkomunikasi dengan dosen dan teman, bekerjasama dalam tim, mengatur waktu, hingga bertanggung jawab atas pilihan sendiri, perlahan menjadi bekal utama kehidupan kampus. Tanpa disadari, kemampuan-kemampuan inilah yang justru paling sering diuji. Peralihan dari sekolah ke kuliah juga membawa dampak yang besar dalam cara belajar. Jika di sekolah banyak hal sudah diatur, di bangku kuliah mahasiswa dituntut lebih mandiri. Mengatur jadwal, menentukan prioritas dan menyesuaikan diri dengan gaya pengajaran yang beragam menjadi bagian dari keseharian. Keterampilan ini jarang dibicarakan sejak awal persiapan, tetapi sangat menentukan apakah proses kuliah nantinya dapat dijalani dengan nyaman. Peran Keluarga dan Kesiapan Finansial Selain berbagai aspek di atas, masa transisi menuju perkuliahan juga membawa perubahan peran di dalam keluarga. Perlahan, tanggung jawab mulai berpindah ke tangan anak. Keputusan-keputusan yang sebelumnya banyak ditentukan oleh orang tua kini perlu mulai diambil secara mandiri. Di sisi lain, peran orang tua pun ikut bergeser, bukan lagi sebagai pengarah utama, melainkan sebagai pendamping yang memberi dukungan dan arahan seperlunya. Pada fase ini, komunikasi yang terbuka menjadi sangat penting. Bukan untuk saling menekan atau memaksakan kehendak, melainkan untuk menyamakan ekspektasi. Obrolan tentang pilihan jurusan, rencana studi, hingga kesiapan mental dan tanggung jawab pribadi dapat membantu proses persiapan berjalan lebih realistis dan sesuai harapan bersama. Di saat yang sama, perencanaan finansial juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kesiapan kuliah. Persiapan ini bukan hanya soal biaya masuk atau uang kuliah semata, tetapi juga mencakup keberlanjutan biaya hidup dan berbagai kebutuhan penunjang selama masa studi. Dengan perencanaan yang matang, mahasiswa dapat menjalani proses belajar dengan lebih tenang, fokus, dan minim kekhawatiran terhadap hal-hal di luar akademik. Last but not least, Pada akhirnya, persiapan kuliah tidak berhenti pada nilai dan hasil tes. Aspek akademik memang penting, tetapi kesiapan diri, arah pilihan, kemandirian, dukungan keluarga, hingga perencanaan yang realistis ikut menentukan bagaimana proses kuliah dijalani. Persiapan kuliah yang dilakukan secara matang dan menyeluruh, akan membantu untuk memudahkan transisi dari sekolah ke kampus dengan lebih tenang dan terarah. Jika terasa berat untuk dilakukan sendiri, inilah saat yang tepat untuk mengetuk pintu kami, Siap Kuliah. Kami ada sebagai teman yang akan membantu Sobat SiKul untuk persiapan kuliah. Mulai dari konsultasi dasar, menyusun langkah-langkah penting, hingga menyiapkan strategi persiapan kuliah yang tepat, hanya untuk Sobat SiKul Daftar Konsultasi Gratis Sekarang!

7 Cara Seru Meningkatkan Kemampuan Speaking Bahasa Inggris dengan Cepat!

Cara Meningkatkan Skill Speaking Bahasa Inggris

Halo! Kamu ingin berbicara bahasa Inggris dengan lancar? Masih sering merasa gugup atau kebingungan ketika mencoba berbicara bahasa Inggris? Jangan khawatir lagi! Di artikel ini, kita akan berbagi denganmu 7 cara seru yang bisa membuat kemampuan speaking-mu semakin mantap, lebih percaya diri, dan pastinya, lebih menyenangkan! Yuk, langsung simak caranya! 1. Latihan Terus tanpa Ragu Pertama, buang jauh-jauh rasa takut untuk berbicara! Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan speaking skill adalah dengan terus berlatih. Kamu tidak perlu malu atau ragu, teruslah mencoba untuk berbicara! Mulailah dengan hal-hal sederhana, ceritakan tentang harimu atau apa yang kamu lakukan kemarin. Khawatir grammar-mu masih salah? Jangan khawatir, yang penting berani mencoba terlebih dahulu! 2. Gunakan Metode Role Play atau Simulasi Salah satu cara yang seru banget untuk latihan speaking adalah dengan main role play atau peran-peranan! Ajak teman-temanmu untuk melakukan simulasi percakapan yang mudah, misalnya dengan berperan sebagai penjaga toko atau turis yang sedang berkunjung ke tempat wisata. Dengan bermain peran, kamu bisa berlatih menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai situasi sehari-hari secara lebih santai dan menyenangkan. Baca juga: Percakapan Sederhana Bahasa Inggris untuk Anak 3. Manfaatkan Teknologi untuk Belajar Di era digital seperti sekarang, belajar bahasa Inggris bisa menjadi lebih mudah dan menyenangkan! Kamu bisa memanfaatkan aplikasi untuk berlatih speaking dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Selain itu, jangan lupa untuk menonton video-video tutorial atau podcast dalam bahasa Inggris di YouTube maupun media lainnya. Dengan berbagai konten menarik, belajar speaking jadi lebih asyik! 4. Ikut Kelas atau Kursus Speaking Jika kamu ingin belajar dengan lebih terstruktur dan serius, mengikuti kelas atau kursus speaking bisa jadi pilihan yang tepat! Di kelas atau kursus ini, kamu akan mendapatkan panduan langsung dari para ahli yang berpengalaman. Kamu juga bisa berlatih bersama teman-teman sekelasmu dalam suasana yang menyenangkan. Rasakan perbedaannya, speaking skill-mu akan berkembang dengan lebih cepat! “Kelas mana ya yang bagus?” “Pengen kelas yang bisa cepat bantu naikin speaking skill nih” Nah, kelas Living English by Sekolahmu dapat membantumu. Dalam kelas ini, kamu bisa mendapatkan pengalaman belajar premium yang berkualitas dan menyenangkan yang ditunjang dengan berbagai fasilitas yang memadai. Di sini semua pembelajaran akan dilakukan dengan kelas integrasi digital lho. Kamu dapat mengakses rekaman kelas, worksheet serta berbagai game yang menunjang pembelajaranmu secara online. Selain itu,  kamu akan mendapatkan buku cetak, kelas tematik tambahan, 8 kali kelas tatap muka di Hub, juga hasil assessment yang berstandar internasional dalam bentuk feedback dan progress report. Yang paling menarik, kamu dapat belajar dengan local dan native speaker. Sejalan dengan keinginanmu memperbaiki speaking skill bukan? Jadi, tunggu apa lagi? Daftarkan dirimu sekarang! 5. Latihan Sendiri dengan Teknik Speaking Solo Tidak selalu harus ada teman untuk berlatih, kok. Kamu juga bisa melatih speaking skill-mu sendiri dengan teknik speaking solo. Caranya adalah dengan membaca text atau script, lalu merekam suaramu sendiri saat membacanya. Jangan lupa untuk mendengarkan rekamannya dan memperbaiki intonasi serta pelafalan yang kurang pas. Hal ini dapat menjadi metode yang sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan speaking-mu secara mandiri. 6. Tingkatkan Vocabulary dengan Cara Menyenangkan Ingat, kosakata yang luas sangat penting untuk meningkatkan speaking skill-mu. Nah, kamu bisa menambah kosakatamu dengan cara yang lebih seru, seperti membaca buku, menonton film, atau mendengarkan musik dalam bahasa Inggris. Sambil menikmati hiburan, kamu juga bisa memperkaya kosakatamu lho. Win-win solution, kan? 7. Jadikan Bahasa Inggris bagian dari Keseharian Terakhir, jangan lupakan untuk mempraktikkan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-harimu. Ajak teman-temanmu untuk latihan speaking dalam bahasa Inggris, sertakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-harimu, atau ikuti komunitas yang berfokus pada bahasa Inggris. Semakin kamu membiasakan diri, semakin kamu pintar dan lancar dalam speaking bahasa Inggris. Jadi, bagaimana? Sudahkah kamu siap menjadikan bahasa Inggris sebagai sahabat setiamu? Yuk, mulai sekarang! Ingat, jangan pernah ragu untuk mencoba dan terus berlatih. Semakin sering kamu mempraktikkannya, semakin kamu expert dalam berbicara bahasa Inggris. Selamat mencoba ya!

Masa Berlaku IELTS: Semua yang Harus Kamu Tahu & Tips Meningkatkan Skormu!

Halo, Sobat Sikul! Sudahkah kamu pernah mendengar tentang IELTS? Sudah pernah mengikuti tesnya? Atau bahkan mungkin kamu sedang mempersiapkan IELTS test untuk persiapan kuliah? Apapun alasanmu dalam mempersiapkannya, pasti penasaran dong, berapa sih masa berlaku hasil IELTS test? Nah, yuk kita kupas bareng-bareng soal ini! Apa sih IELTS Itu? Sebelum masuk ke topiknya, yuk kita bahas lebih dalam apa itu IELTS. IELTS (International English Language Testing System) adalah tes standar internasional yang digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris suatu individu. Tes ini meliputi empat keterampilan utama: Listening (Mendengarkan), Reading (Membaca), Writing (Menulis), dan Speaking (Berbicara). IELTS dikenal secara global sebagai standar untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris. Tes ini diakui oleh lebih dari 10.000 organisasi di 140 negara, dan seringkali menjadi penentu penting untuk masuk universitas, mendapatkan visa, atau mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Baca juga: Mau Kuliah di Luar Negeri? Yuk, Persiapkan Tes IELTS Mulai Sekarang! Berapa Lama Hasil IELTS Test Keluar? Nah, setelah kamu selesai mengikuti IELTS test, jika kamu mengikuti tes berbasis kertas (paper based test), maka sertifikatmu akan diterbitkan 2 minggu setelahnya. Jika kamu mengikuti tes berbasis komputer (computer based test), maka sertifikatmu akan diterbitkan 5-7 hari setelahnya. Sertifikat IELTS ini akan diterbitkan dalam bentuk Test Report Form (TFR) yang bisa kamu dapatkan dalam versi elektronik, cetak, maupun dikirim secara langsung pada lembaga yang kamu tuju. Pastikan kamu bersabar menunggu hasilnya ya! Masa Berlaku IELTS: Yang Perlu Kamu Tahu Nah, jadi masa berlaku IELTS berapa lama? Begini ceritanya: skor IELTS yang kamu dapat tidak akan kadaluwarsa lho. Betul, tidak akan kadaluwarsa! Skor IELTS kamu akan tetap valid, tidak peduli sudah berapa lama kamu mengikuti tes. Namun, ada yang perlu kamu garisbawahi di sini. Meskipun skornya tetap valid, kebanyakan universitas atau tempat kerja punya kebijakan sendiri soal berapa lama mereka menerima skor IELTS. Umumnya adalah sekitar dua tahun sejak kamu mengikuti tes. Misalnya, jika kamu mengikuti tes tahun 2024, skormu masih berlaku hingga 2026. Tapi, ini standar umum ya, ada juga beberapa instansi yang menerima skor yang lebih lama atau cuma satu tahun. Maka dari itu, pastikan untuk memeriksa terlebih dahulu kebijakan instansi yang kamu tuju. Pastikan untuk memperbarui skormu jika masa berlaku IELTS akan habis sebelum kamu mengajukan aplikasi kuliah, kerja, ataupun lainnya ya! Jika Masa Berlaku Habis, Apa Harus Mengulang Tes? Pertanyaan yang bagus! Jika masa berlaku IELTS-mu sudah habis, apa yang harus kamu lakukan? Jawabannya simpel, kamu harus mengikuti IELTS test lagi. Jangan panik, mengikuti IELTS test ulang bukanlah suatu hal yang buruk. Anggaplah ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan skormu dan memperbaiki keterampilan bahasa Inggrismu. Jangan takut untuk memanfaatkan waktu luangmu untuk mempersiapkan diri lebih baik dan meraih skor yang lebih tinggi. Bagaimana Cara Meningkatkan Skor IELTS? Lalu, bagaimana caranya meningkatkan skor IELTS-mu? Nah, ada beberapa cara yang bisa kamu coba. Salah satunya adalah dengan mempersiapkan diri lebih baik melalui paket IELTS di Siap Kuliah. Dengan mengikuti paket ini, kamu bisa mendapatkan bimbingan langsung dari para ahli yang akan membantumu menghadapi setiap bagian IELTS test. Selain itu, kamu juga dapat mengikuti beberapa kali prediction test sebagai persiapanmu mengikuti tes yang sesungguhnya. Jadi, tunggu apa lagi? Mulai sekarang, persiapkan dirimu dengan baik dan tingkatkan skormu! Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan sumber daya online gratis seperti situs web IELTS resmi yang menyediakan contoh tes, latihan, dan materi pelajaran. Lakukan latihan soal secara teratur untuk meningkatkan kemampuanmu dalam mengikuti ujian. Jangan lupa juga untuk meningkatkan kemampuan speaking-mu dengan banyak latihan berbicara dengan teman, atau menambah vocabulary dengan menonton film atau acara televisi dalam bahasa Inggris. Last but not least, Itu dia beberapa hal yang harus kamu tahu soal masa berlaku IELTS. Ingat, skor IELTS tidak akan kadaluwarsa, tapi cek dulu kebijakan terkait masa berlakunya pada instansi yang kamu tuju. Jika sudah lewat, jangan khawatir, kamu bisa melakukan tes kembali! Semangat ya, persiapkan dirimu untuk menghadapi IELTS dengan percaya diri! Dengan persiapan yang baik dan kemauan untuk terus belajar, kamu pasti bisa mencapai skor yang kamu inginkan!

Persiapan Kuliah di Luar Negeri, Catat Tips dan Syarat Utamanya!

Tips & Syarat Kuliah di Luar Negeri

Kamu yang sedang membaca artikel ini, pasti punya mimpi untuk kuliah di luar negeri. Pertanyaannya, bagaimana cara untuk mewujudkan mimpi tersebut? Usaha maksimal yang diiringi dengan doa. Salah satu bentuk usahanya adalah dengan memaksimalkan persiapan kuliah di luar negeri sedini mungkin. Diawali dengan, minimal tahu apa saja syarat utamanya yang admin rangkum di sini.  Syarat Kuliah di Luar Negeri Tahu Destinasi yang Ingin Dituju: Memilih Kampus yang Tepat Langkah pertama, kamu harus mengenal minat dan potensi diri supaya lebih mudah dalam menentukan kampus yang tepat. Bagaimana cara untuk mengetahuinya? Cara termudah adalah melakukan asesmen kenali diri.  Melalui asesmen ini, kamu bisa tahu banyak hal seperti minat, nilai pribadi, keterampilan hidup, kesiapan dan perilaku akademik, sampai aspirasi karier. Berikutnya, kamu juga bisa melanjutkan dengan melakukan asesmen untuk menemukan jurusan dan negara  yang cocok sesuai hasil asesmen diri. Nah, kedua tes tersebut bisa kamu akses secara gratis di sini. Perdalam Skill Bahasa Inggris: Sertifikat TOEFL atau IELTS Meski ada banyak kampus yang menawarkan program bahasa Inggris sebelum masuk ke program spesifik, tapi kamu juga harus tetap memperdalam kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan benar. Apalagi jika kamu punya target untuk mendapatkan beasiswa, maka mutlak hukumnya untuk mendapatkan sertifikat bahasa Inggris seperti TOEFL/IELTS sesuai permintaan kampus. Bagaimana jika skill belum memadai? Kabar baiknya, ada banyak lembaga persiapan kuliah yang juga menawarkan layanan paket belajar untuk program IELTS. Siap Kuliah by Sekolah.mu salah satunya, dengan 3 domain utama belajar meliputi placement test, IELTS preparation all skills, dan prediction test.  Sebuah tips, sebaiknya segera daftar seawal mungkin supaya punya waktu lebih untuk menyiapkan syarat lainnya. Karena bahasa Inggris ini juga akan dipakai untuk memenuhi syarat lainnya seperti menyusun dokumen aplikasi (motivation letter, letter of recommendation, dll). Menyusun Dokumen Aplikasi: Motivation Letter hingga Surat Rekomendasi Tidak semua kampus mewajibkan lampiran motivation letter sebagai syarat pendaftaran. Tapi, tidak ada salahnya untuk disiapkan juga, sekalian mengasah hasil belajar bahasa Inggris.  Sementara itu, untuk surat rekomendasi ini sifatnya wajib bagi yang ingin melanjutkan studi S2 atau S3, yang bisa didapatkan dari kampus tempat menempuh studi S1.  Ada satu lagi jenis dokumen yang harus disiapkan jika kamu akan mengambil beasiswa, yaitu dokumen pendaftaran beasiswa sebagai salah satu syarat administratif. Nah, kamu bisa melakukan konsultasi dengan tim Siap Kuliah untuk mendapatkan tutor persiapan yang tepat sasaran. Hubungi langsung tim kami melalui Whatsapp tim Siap Kuliah. Maksimalkan Studi: NIlai Akademis yang Manis Selama proses menyiapkan itu, kamu juga harus tetap menjaga performa studi di SMA/SMK supaya nilai akademis yang tertera di rapor juga baik. Karena beberapa kampus ada yang memberikan persyaratan khusus terkait stabilitas nilai dan prestasi di sekolah.  Selanjutnya, ijazah juga menjadi bagian dari syarat utama mendaftar kuliah di luar negeri sebagai bukti kamu telah menyelesaikan studi sebelumnya. Buat Dokumen Negara: Paspor dan Visa Setelah melengkapi semua persyaratan utama di atas, berikutnya kamu bisa mulai menyicil untuk membuat paspor. Dokumen negara ini penting sekali karena menjadi syarat utama untuk membeli tiket pesawat, kecuali uang.  Begitu pula dengan visa, jika kampus yang kamu tuju berada di negara yang mewajibkan visa, jangan lupa untuk membuatnya juga. Nah, visa yang dibuat bukan kunjungan wisata ya, melainkan visa untuk pelajar sesuai dengan masa studi yang akan ditempuh. Jangan sampai salah pilih.  Jaga Diri: Perbanyak Literasi dan Asupan Gizi Last but not least, selain uang ada syarat penting lainnya yang harus disiapkan sejak dini. Yaitu perbanyak literasi yang berkaitan dengan mimpi studimu, seperti kultur negara maupun topik studi.  Juga, jangan lupa untuk menjaga kesehatan dengan membuat agenda rutin pola makan sehat, istirahat cukup, dan olahraga teratur. Bukankah kita membutuhkan tubuh yang fit untuk bisa melakukan persiapan sebaik mungkin?  Baca juga: Info Beasiswa S1: Panduan Mengejar Impian Kuliah di Luar Negeri untuk Siswa SMA/SMK  Itulah rangkuman yang sudah admin buat khusus  untuk kamu yang sedang melakukan persiapan kuliah di luar negeri. Semoga bisa membantumu untuk mewujudkan mimpi. Good luck!

6 Cara Mengajari Bahasa Inggris Anak yang Efektif dan Menyenangkan

Cara Mengajari Bahasa Inggris Anak | gambar: Sarah on Pexels

Tahukah Ayah Bunda, bahwa usia 0-5 tahun disebut dengan golden age? Rentang usia yang dideskripsikan sebagai masa keemasan, sangat penting dan berpengaruh pada tumbuh kembang anak selanjutnya. Hurlock dalam buku Perkembangan Anak menyebutkan bahwa golden age ini merupakan periode sensitif yang membutuhkan rangsangan  dan arahan agar fungsi tubuh dapat berkembang dengan baik. Fungsi tubuh ini ada beragam, mari kita lihat contoh berikut. Fungsi psikis,  berkaitan dengan emosi yang ditunjukkan oleh anak  Fungsi motorik, baik kasar maupun halus untuk menstimulasi gerak otot anak Fungsi otak yang berkaitan dengan kemampuan kognitif  Fungsi otak yang berkaitan dengan kemampuan linguistik. Mengajarkan bahasa ibu dan bahasa lain bisa dimulai sejak dini, untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Misalnya, jika ingin anak fasih berbahasa Inggris, maka Ayah Bunda bisa mulai mengenalkan dengan kosa kata bahasa Inggris Di antara keempat fungsi yang sudah disebutkan di atas, artikel ini khusus akan membahas tentang fungsi otak untuk kemampuan linguistik dengan mengajarkan bahasa Inggris kepada anak. Kenapa Harus Belajar Bahasa? Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan mengajari bahasa Inggris pada anak, beberapa di antaranya adalah  Mendapatkan akses informasi yang lebih luas. Banyak informasi dan sumber daya penting tersedia dalam bahasa Inggris, termasuk buku, artikel, situs web, dan materi pendidikan lainnya. Dengan menguasai bahasa Inggris, anak akan dapat mengakses dan memanfaatkan sumber daya ini untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus kemampuan komunikasinya Pilihan dan kesempatan pendidikan yang lebih luas, bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang digunakan dalam banyak bidang sehingga akan membantu anak untuk memiliki akses lebih luas ke program pendidikan internasional, beasiswa, dan peluang karier dalam/luar negeri  Meningkatkan keterampilan kognitif dan akademik. Proses belajar bahasa memerlukan penggunaan otak yang aktif, merangsang perkembangan keterampilan seperti pemecahan masalah, kreativitas, dan pemikiran abstrak. Meningkatkan keterampilan komunikasi, belajar bahasa Inggris juga membantu anak untuk membangun keterampilan komunikasi yang kuat, baik dalam berbicara, mendengarkan, membaca, maupun menulis. Kemampuan ini sangat berharga dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk perkembangan diri secara personal maupun profesional.  Persiapan untuk masa depan yang dinamis. Mengingat perubahan cepat dalam dunia teknologi dan ekonomi, anak perlu disiapkan untuk masa depan yang dinamis dan tidak terduga. Kemampuan berbahasa Inggris memberi mereka keunggulan yang besar dalam menyesuaikan diri dengan perubahan ini dan memanfaatkan peluang yang muncul. Cara Mengajari Bahasa Inggris Anak Pertanyaan berikutnya, bagaimana cara belajar bahasa Inggris untuk anak? Mengajari bahasa Inggris kepada anak dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berharga, baik bagi orang tua maupun anak. Caranya, harus menggunakan pendekatan yang tepat sehingga anak bisa menikmati prosesnya. Nah, admin sudah merangkum 6 tips yang mungkin bisa Ayah Bunda coba di rumah.  Menggunakan Metode Bermain dan Aktivitas Kreatif Anak-anak belajar dengan cara yang berbeda dengan orang dewasa. Ayah Bunda bisa menggunakan metode bermain dan aktivitas kreatif, seperti bermain peran, menyanyi lagu-lagu bahasa Inggris, atau membuat proyek seni yang berhubungan dengan kosakata baru. Aktivitas yang menyenangkan akan membuat anak lebih termotivasi untuk belajar dan memperkuat koneksi emosional mereka terhadap bahasa Inggris. Menggunakan Buku Cerita dan Materi Interaktif Buku cerita adalah sumber daya yang sangat berharga dalam mengajari bahasa Inggris kepada anak. Pilih buku cerita yang menarik dan cocok dengan tingkat usia dan minat anak. Bacakan cerita tersebut dengan intonasi yang menarik, libatkan anak dalam membaca bersama, dan ajak mereka untuk berdiskusi tentang cerita tersebut. Ayah Bunda juga dapat menggunakan aplikasi dan materi interaktif lainnya yang dirancang khusus untuk pembelajaran bahasa Inggris anak-anak. Menggunakan Permainan dan Aktivitas Edukatif Permainan dan aktivitas edukatif dapat menjadi cara yang efektif untuk mengajar bahasa Inggris kepada anak. Gunakan permainan kartu dengan gambar dan kata-kata bahasa Inggris, puzzle kata, atau permainan papan yang berfokus pada kosakata dan struktur bahasa. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa anak, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial dan kognitif mereka. Berikan Pengalaman Berbicara yang Aktif Keterampilan berbicara adalah salah satu aspek penting dalam pembelajaran bahasa. Berikan anak kesempatan untuk berbicara dalam bahasa Inggris sebanyak mungkin, baik melalui permainan peran, dialog sederhana, atau aktivitas sehari-hari seperti memasak atau bermain di luar rumah. Berikan pujian dan dukungan saat mereka mencoba berbicara dalam bahasa Inggris, bahkan jika mereka membuat kesalahan. Buat Lingkungan Belajar yang Mendukung Ciptakan lingkungan belajar yang mendukung di rumah dengan menyediakan buku, mainan, dan materi belajar bahasa Inggris. Buat jadwal belajar yang teratur tetapi fleksibel, dan libatkan anak dalam proses perencanaan dan pemilihan aktivitas. Buatlah suasana yang menyenangkan dan santai, sehingga anak merasa nyaman dan terbuka untuk belajar bahasa Inggris. Jadikan Pembelajaran Sebagai Petualangan Tetaplah kreatif dan menjadikan pembelajaran bahasa Inggris sebagai petualangan yang menyenangkan. Libatkan anak dalam menjelajahi dunia bahasa Inggris melalui cerita, lagu, permainan, dan aktivitas eksplorasi lainnya. Biarkan mereka menemukan keajaiban bahasa Inggris dengan cara mereka sendiri, dan Ayah Bunda bisa mengambil peran sebagai pembimbing yang mendukung dan inspiratif. Kursus Bahasa Inggris untuk Anak Nah selain 6 tips di atas, Ayah Bunda juga bisa mempertimbangkan kursus bahasa Inggris anak untuk memaksimalkan pengalaman belajar. Apalagi saat ini sudah ada banyak pilihan tempat belajar bahasa Inggris yang menyediakan kurikulum khusus anak berusia dini. Misalnya di Sekolah.mu melalui Kelas Living English.  Ada beberapa pilihan program yang bisa diambil, salah satunya Living English khusus PAUD. Ayah Bunda bisa mulai mendaftarkan si kecil untuk mengikuti kelas tatap muka di Hub yang menawarkan berbagai aktivitas menarik untuk belajar bahasa Inggris seperti permainan, aktivitas edukatif, kegiatan kelompok, bermain sambil belajar, dan masih banyak lagi.  Semua aktivitas akan dipandu oleh fasilitator berpengalaman yang bisa membantu memaksimalkan potensi belajar anak. Kabar baiknya, kelas ini sudah dibuka untuk aktivitas belajar sampai di bulan Juni. Ayah Bunda bisa langsung cek detail kelasnya di bawah ini ya.  Detail Program Living English PAUD.

5 Cara Memilih Jurusan Kuliah yang Perlu Diketahui

cara memilih jurusan kuliah

Tidak semua orang tahu cara memilih jurusan kuliah. Hal ini dibuktikan oleh riset yang dilakukan oleh Indonesia Career Center Network (ICCN) pada tahun 2017. Ditemukan bahwa 87% mahasiswa di Indonesia tidak berkuliah di jurusan yang sesuai dengan minatnya.

5 Hal Penting yang Wajib Diketahui Tentang Sekolah Blended Learning

Sistem Pembelajaran Blended Learning berawal dari berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi. Adanya teknologi tersebut, maka sumber belajar dapat diakses secara lebih mudah oleh anak baik secara offline maupun online. Tujuannya adalah menggabungkan berbagai keunggulan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran secara virtual (online). Di dalam penerapannya, diperlukan berbagai Aspek. Terdapat 5 (lima) hal yang harus diketahui, sebagai berikut. 1. Pergabungan Sistem Tatap Muka dan Mandiri Pembelajaran secara tatap muka sudah ada sejak lama sebelum ditemukannya teknologi. Namun Sistem pembelajaran gabungan antara tatap muka dan mandiri ada di dalam Blended Learning, akan terdapat banyak sumber belajar yang dapat diakses oleh peserta didik. Sumber belajar tidak terbatas pada apa yang dimiliki guru maupun perpustakaan sekolah saja, akan tetapi juga internet yang tidak terbatas ruang dan waktu. 2. Pembelajaran berbasis masalah Peserta didik akan diajak secara aktif untuk mendefinisikan masalah, mencari berbagai solusi pemecahannya, serta melacak konsep, prinsip, dan prosedur yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah tersebut. Baca Juga: Blended Learning: Tren Pembelajaran Masa Depan 3. Guru bertindak sebagai Tutor Guru akan berperan sebagai tutor yang membimbing peserta didik dalam belajar. Peserta didik diharapkan aktif untuk menyampaikan masalah yang dihadapi, hal ini untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam belajar dan guru diperlukan sebagai tutor. 4. Berkolaborasi antara Guru dan Orang Tua untuk membing Anak Keterampilan kerjasama (kolaborasi) menjadi bagian penting dalam penerapan Blended Learning. Bentuk kerjasama dalam ini tentu berbeda dengan pembelajaran tatap muka konvensional dimana semua peserta didik belajar dalam kelas yang sama di bawah pemantauan guru dan juga orang tua ikut serta dalam pembinaan. 5. Penilaian Evaluasi Belajar Blended Learning didasarkan pada proses dan hasil yang dapat dilakukan melalui penilaian portofolio. Penilaian juga perlu melibatkan penilaian diri oleh peserta didik. Semua kebaikan dari Sekolah dengan sistem blended learning dapat ditemukan dalam Sekolah Murid Merdeka