kemampuan memecahkan masalah

Mengembangkan Kemampuan Memecahkan Masalah pada Anak Usia Dini

kemampuan memecahkan masalah

Problem solving atau kemampuan memecahkan masalah menjadi salah satu bagian dari kemampuan yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari lho, Bunda. Kemampuan ini harus senantiasa diasah dan distimulasi ke anak dengan baik supaya anak dapat mencari setiap solusi dari masalah yang ia temui. Lantas, bagaimana melatih dan mengembangkan kemampuan ini pada anak?

 

Kiat Mengembangkan Problem Solving

 

Anak dengan keterampilan memecahkan masalah yang baik cenderung akan tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri, kreatif, serta memiliki mental yang sehat. Dengan begitu, saat dewasa nanti mereka akan mampu menghadapi berbagai tantangan hidup dengan baik. Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa Bunda terapkan untuk melatih dan mengembangkan kemampuan si Kecil dalam pemecahan masalah:

 

1. Mengajarkan anak mengidentifikasi masalah

 

Bunda perlu mulai melatih anak dalam mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi untuk melatih kemampuan memecahkan masalah. Akan tetapi, pastikan kata-kata yang Bunda gunakan tidak menyudutkan perasaan buah hati supaya terjalin komunikasi yang baik.

 

Misalnya, anak merasa kesal karena dimarahi oleh gurunya. Bunda dapat menanyakan terlebih dahulu masalah yang dihadapi namun dengan mengajak si Kecil untuk menceritakan apa yang terjadi di sekolah hari itu. Dari hal tersebut, anak akan bercerita apa yang membuat gurunya marah, apakah karena kesalahan anak atau ada hal lain.

 

Dengan cara ini, Bunda dan buah hati akan dapat mengidentifikasi masalah apa yang sebenarnya terjadi kemudian dapat menemukan solusi terbaik dari permasalahan yang dialami.

 

2. Ajari anak bertahan dari perasaan tidak menyenangkan

 

Ada saatnya anak merasa marah, kecewa, bahkan sedih sehingga membuat perasaan mereka menjadi tidak nyaman. Tentunya, Bunda perlu mengajarkan jika dalam situasi ini, anak perlu bertahan dengan mengelola perasaannya tersebut. Selain itu, sama halnya dengan langkah sebelumnya, Bunda juga dapat mengajak anak untuk mengidentifikasi dan mencari solusi dari situasinya tersebut.

 

Misalnya saat anak kalah lomba, orang tua perlu mengajak anak untuk berpikir apa yang kira-kira membuatnya belum berhasil memenangkan lomba tersebut? Apa yang kurang dari penampilannya, dan bagaimana seharusnya langkah yang dilakukan supaya ke depannya bisa kembali menang lomba?

 

3. Coba fokus pada kemampuan anak

 

Untuk memperkuat kemampuan memecahkan masalah pada anak, Bunda juga perlu fokus pada kemampuan yang dimiliki oleh anak dan tidak memaksakan kehendak. Sediakan waktu dan kesempatan anak untuk menyelesaikan masalah yang dimiliki sesuai solusi yang ditemukannya sendiri.

 

Pahami perasaan anak jika belum berhasil mencapai hal yang diinginkan. Terlebih, anak-anak juga akan senang jika orang tua mendukung solusi yang ditemukan dan senantiasa memberikan motivasi untuk keluar dari situasi yang tidak menyenangkan hatinya tersebut.

 

Berikan solusi ketika anak sulit menemukannya, namun jangan diberikan di awal sebelum mereka mencobanya. Misalnya ketika buah hati sedang berusaha mengerjakan PR, cobalah untuk fokus pada usaha yang anak lakukan dan jangan langsung memberikan jawaban atau solusi tanpa melihat mereka mencobanya terlebih dahulu.

 

4. Berdiskusi dengan anak menemukan pilihan solusi

 

Sebagai orang tua, Bunda perlu mendorong anak untuk dapat berpikir, membuat rencana, serta menilai hal-hal yang sudah dilakukan sebelum menentukan tindakan berikutnya. Langkah ini bisa dilakukan melalui diskusi untuk mengajarkan ke anak bahwa memecahkan masalah adalah suatu proses berkelanjutan.

 

Berikan kesempatan pada anak untuk menentukan ide dan solusi menurut versinya sendiri untuk mengembangkan kembali kemampuan memecahkan masalah yang dihadapi. Jika ide-ide tersebut sudah terkumpul, ajak anak untuk memikirkan sisi positif dan negatif dari masing-masing pilihan yang ada.

 

Dengan cara ini, anak akan terbiasa melihat masalah dan solusi dari beragam sisi, serta menemukan solusi yang paling efektif untuk setiap masalah yang sedang dihadapi.

 

5. Menerapkan solusi yang dipilih

 

Ketika si Kecil sudah memilih opsi yang dirasa paling solutif, maka Bunda perlu membantu anak menerapkan solusi tersebut Sebagai contoh, si Kecil mempunyai masalah lupa mengerjakan PR, maka solusi yang bisa diterapkan adalah menempelkan catatan pengingat di meja belajar atau pintu kamar.

 

Selanjutnya, berikan evaluasi apakah solusi tersebut efektif atau tidak. Tentunya, Bunda perlu mengajak anak untuk mencoba berbagai solusi lain yang mungkin saja bisa lebih tepat dan efektif untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah si Kecil.

 

6. Berikan pujian dan motivasi

 

Sebagai orang tua, Bunda juga perlu senantiasa memberikan pujian ketika anak dapat memecahkan masalah yang sudah ditemui. Bunda juga perlu memberikan pujian meskipun anak mengalami kegagalan dengan sejumlah motivasi sehingga anak akan terpacu dan percaya dengan kemampuannya sendiri.

 

Ada baiknya Bunda juga menanyakan apa yang dirasakan oleh si Kecil, bagaimana perasaannya dan jadikan diri Bunda sebagai pendengar yang baik. Bantu anak untuk mengendalikan emosi negatifnya dan berikan pujian jika anak sudah berhasil mengelola emosinya tersebut.

 

7. Melakukan kegiatan pendorong

 

Selain beberapa trik di atas, Bunda juga dapat menjalankan beberapa aktivitas pendorong yang dapat mengasah kemampuan problem solving pada anak, contohnya dengan permainan seperti puzzle atau lego. Selain itu, mengajarkan logika dan matematika juga akan sangat penting untuk membantu pemecahan masalah yang dihadapi.

 

Untuk mengasah kemampuan matematika, Bunda perlu menyediakan sarana yang tepat dan sesuai dengan kemampuan anak. Salah satunya melalui aplikasi pembelajaran online matematika dari Sekolah.mu yang bisa dimanfaatkan untuk melatih kemampuan memecahkan masalah pada anak. Selain materinya yang variatif, berbagai aktivitas juga disesuaikan dengan kemampuan anak sehingga pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Klik disini untuk info lebih lanjut.

Facebook
Twitter
LinkedIn