Asyiknya Belajar Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan

Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan

Teknik robotika dan kecerdasan buatan mengalami perkembangan yang sangat pesat di beberapa tahun terakhir. Pembelajaran mengenai hal-hal mutakhir sekarang ini bukan lagi hanya untuk orang dewasa. Banyak orang tua yang telah mulai memperkenalkan dunia robotika dan kecerdasan buatan pada anak-anak mereka. Sebelum Ayah Bunda memilihkan program pendidikan robotika bagi si buah hati, yuk, simak dulu ulasan menarik dari kami.   Memahami Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan Teknik Robotika merupakan persilangan antara ilmu pengetahuan, kepandaian menciptakan sesuatu,  dan teknologi. Persilangan itu menghasilkan mesin yang dikenal dengan sebutan robot. Sementara itu, kecerdasan buatan ialah replikasi kecerdasan seperti yang manusia miliki, yang kemudian dimodelkan pada mesin. Mesin tersebut diprogram supaya dapat berpikir layaknya manusia dan mampu meniru tindakan manusia.  Kemajuan teknologi membuat kecerdasan yang dimiliki robot terus bertambah. Tidak sekadar pintar, tetapi robot juga lebih luwes dan hemat energi. Robot-robot bahkan dapat diandalkan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang rumit. Lambat laun, peran manusia pada bidang-bidang pekerjaan tertentu sudah mulai tergeser oleh robot.  Pentingnya Belajar Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan Ilmu pengetahuan dan teknologi yang melaju sedemikian kencang membuat generasi mendatang perlu benar-benar disiapkan untuk dapat menjawab  tantangan zaman yang kian kompleks. Sekarang ini, teknik robotika dan kecerdasan buatan bisa dibilang yang paling pesat perkembangannya.  Di era revolusi industri 4.0, robotika mulai merambah ke berbagai lini. Tentu saja, lini ini dimulai dengan bidang industri. Posisi para pekerjanya perlahan tergantikan robot yang dinilai lebih efisien. Bidang kesehatan pun tak ketinggalan menggunakan robot dan kecerdasan buatan untuk pelayanan pasien hingga proses operasi. Sementara itu, pada bidang pertanian, robot digunakan untuk pengelolaan lahan. Merujuk apa yang sempat disampaikan Presiden Joko Widodo, bahkan ada wacana  peran PNS secara bertahap akan digantikan robot. Sulit memungkiri kehadiran robot dan kecerdasan buatan memang membantu manusia dalam banyak hal. Di lain sisi, sebagai orang tua tentu ada kekhawatiran tersendiri pada masa depan si buah hati ketika keberadaan robot sudah mengambil alih sejumlah bidang pekerjaan.   Mempelajari konsep robotika dan kecerdasan buatan menjadi sesuatu yang penting karena dari sana diperoleh dasar-dasar pengetahuan pembuatan robot. Berbekal pengetahuan tersebut bisa dikembangkan untuk berinovasi membuat mesin-mesin super canggih yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Usia PAUD adalah saat yang tepat untuk mulai mengakrabkan buah hati Ayah Bunda dengan dunia robotika dan kecerdasan buatan. Di usia itu, anak-anak masih memiliki ingatan yang tajam. Untuk membantu Ayah Bunda mempersiapkan masa depan buah hati, Living Tech dari Sekolah.mu memiliki kelas robotic and engineering. Terdapat level-level kelas dengan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan usia anak. Bagi anak usia 5-8 tahun akan diberikan materi teknik robotika menggunakan alat yang sederhana di level Newton. Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan itu Kerja Apa Teknik Robotika dan Artificial Intelligence (AI) masih menjadi jurusan yang langka di Indonesia.  Tahun 2020 lalu, baru pertama  dibuka di Universitas Airlangga. Daya tampungnya sekitar 30 orang saja sehingga persaingan untuk dapat masuk ke jurusan tersebut sangat ketat. Dunia robotik dan AI masih akan terus berkembang seiring penerapannya yang makin gencar di berbagai sektor. Prospek karier para lulusan jurusan teknik robotika dan AI tidak perlu diragukan. Profesi-profesi keren menanti. Sebut saja, tenaga ahli robotika, tenaga ahli kecerdasan buatan, peneliti dan pengembang robotika dan kecerdasan buatan, software developer, data scientist, dan sederet profesi lain.  Mumpung buah hati Ayah Bunda masih di usia sekolah dasar, langsung daftarkan di kelas Living Tech untuk mengembangkan kemampuan sains dan teknologi mereka. Sekolah.mu adalah pelopor platform blended learning di Indonesia dengan cara  belajar yang fleksibel. Siswa dapat belajar dari mana saja dan kapan saja. Materi pembelajaran dikemas dalam bentuk yang bervariasi. Masing-masing siswa juga memperoleh learning kit yang dikirim ke rumah untuk membantu proses pembelajaran.   Di Sekolah.mu, siswa bisa belajar melalui video dan infografis untuk meningkatkan pemahamannya. Ada juga sesi belajar live yang dipandu fasilitator. Terkait perkembangan si buah hati, Ayah Bunda bisa membahasnya bersama fasilitator. Anak akan mendapatkan sertifikat digital, rapor resmi, dan portofolio di akhir masa pembelajaran. Info lebih lengkap mengenai Living Tech dan paket-paket kelas lain, klik Sekolah.mu.

Makin Diminati, Ini Manfaat dan Biaya Kursus Coding Anak

Biaya Kursus Coding Anak

Ayah Bunda, tau nggak kalau perkembangan teknologi sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak? Salah satu wujudnya, anak zaman sekarang jauh lebih cepat beradaptasi terhadap teknologi. Maka, jangan heran jika si kecil mulai penasaran dengan kegiatan seperti coding. Justru, Ayah Bunda harus segera cari tau biaya kursus coding anak. Hal tersebut diperlukan guna mendukung anak secara penuh dalam pengembangan bakat dan minatnya. Namun sebelum itu, Ayah Bunda harus bisa mengenali apa kecenderungan bakat dan minat anak. Bagaimana Cara Orang Tua Mengenal Bakat dan Minat Anak? Ada banyak langkah yang bisa dilakukan orang tua untuk mengenali bakat dan minat anak sejak usia dini. Salah satu yang paling mudah adalah dengan mengamati kebiasaannya. Di samping itu, orang tua juga bisa mengenalkan anak dengan berbagai aktivitas, misalnya coding. Selanjutnya, lihat bagaimana respons anak terhadap aktivitas tersebut. Jika ia tertarik, bisa jadi anak punya bakat dan minat pada aktivitas coding. Namun jika sebaliknya, Ayah Bunda nggak boleh memaksakan kehendak. Nggak perlu cari tahu biaya kursus coding anak juga, tetapi bidang lain sesuai keinginan anak. Untuk mendapat hasil yang lebih valid atas kecenderungan bakat dan minat anak, Ayah Bunda bisa mengajak si kecil untuk mengikuti tes Intellectual Quotient (IQ) atau tes bakat dan minat lainnya. Les Coding Anak untuk Apa? Seiring kian pesatnya perkembangan teknologi digital, minat orang untuk mempelajari coding semakin tinggi, termasuk anak-anak. Coding merupakan kegiatan yang biasa dilakukan para programmer untuk menciptakan suatu produk digital, seperti animasi atau program komputer. Kegiatan ini dijalankan dengan menulis rangkaian kode bahasa pemrograman yang nantinya bisa dibaca sistem komputer. Lantas, apa saja manfaat mengikuti les coding untuk anak? Berikut beberapa di antaranya. – Bikin Anak Makin Cakap dalam Menyelesaikan Masalah Inti dari kegiatan coding adalah memecahkan suatu masalah. Jadi, ibarat masalah adalah gembok, maka setiap kode yang dimasukkan ke dalam program adalah proses menyusun kuncinya. Oleh sebab itu, jika anak ikut kursus coding, ia akan makin cakap dalam menyelesaikan masalah. Ayah Bunda pun nggak akan rugi mengeluarkan biaya kursus coding anak. – Jadikan Anak Tambah Kreatif Saat melakukan coding, anak harus mencoba berbagai kombinasi demi mendapat kode yang paling tepat. Hal ini akan melatih anak untuk berpikir tidak biasa. Maka, anak pun akan menjadi sosok yang kreatif. – Latih Kemampuan Literasi Digital Biaya kursus coding anak yang Ayah Bunda keluarkan juga berguna untuk melatih anak dalam hal literasi digital. Artinya, ia akan menjadi sosok yang bijak ketika mengakses informasi digital, karena kegiatan coding telah melatih semua itu. – Ajarkan Anak Pantang Menyerah Coding itu penuh tantangan. Salah pada satu kode saja, dapat menyebabkan program tak bisa dijalankan. Maka, diperlukan kegigihan untuk melaksanakannya. Anak yang belajar coding pun akan terbiasa berjuang dan pantang menyerah. Berapa Biaya Kursus Coding Anak? Melihat berbagai manfaat yang bisa diperoleh jika anak belajar coding, pasti membuat Ayah Bunda jadi makin ingin mendaftarkan anak untuk ikut kursus coding. Apalagi jika anak memang punya bakat dan minat di bidang ini. Nah, jika memang demikian, Ayah Bunda tidak perlu bingung dalam memilih lembaga kursus. Kini ada kelas Living Tech dari aplikasi Sekolah.mu yang siap membimbing anak-anak menjadi ilmuwan andal sejak dini secara online. Biaya yang diperlukan pun cukup terjangkau, yaitu mulai Rp7,1 juta untuk tingkat PAUD maupun SD dengan durasi belajar selama satu tahun. Biaya ini bisa dibayarkan dengan metode cicilan, mulai Rp745 ribu. Apa Saja yang Dipelajari Dalam Coding? Dalam kursus coding untuk pemula, anak-anak akan mempelajari dasar-dasar bahasa pemrograman yang sederhana. Di Living Tech by Sekolah.mu, secara khusus anak akan dibimbing untuk membuat animasi sederhana dengan metode coding. Selain itu, di sini anak juga akan mempelajari berbagai eksperimen sains. Kelas ini juga didampingi para tutor profesional di bidangnya masing-masing, dengan fasilitas superlengkap. Seperti adanya materi audio visual interaktif, praktik langsung, belajar secara live, juga alat peraga yang dikirimkan ke rumah, dan sebagainya. Jadi, tunggu apalagi? Ayah Bunda bisa segera daftarkan si kecil dalam kelas Living Tech by Sekolah.mu. Di sini biaya kursus coding anak dan ilmu sains serta teknologi lainnya sangat minimal, tetapi fasilitasnya maksimal.

Ingin Daftarkan Les Coding untuk Anak? Simak Manfaatnya Berikut Ini!

Les Coding untuk Anak

Coding merupakan aktivitas multi-disiplin yang tidak hanya menyenangkan, tetapi secara aktif merangsang proses berpikir. Tidak heran jika belakangan banyak orang tua yang mempertimbangkan untuk mencari les coding untuk anak. Sebab, dengan melatih sejak anak masih kecil, mereka akan lebih kreatif, memiliki pemikiran logis, dan punya konsentrasi tinggi.   Bagi Ayah Bunda yang sedang mempertimbangkan untuk mendaftarkan les coding untuk anak, ketahui terlebih dahulu beragam manfaatnya berikut ini!   Melatih Kemampuan Anak Berpikir Logis   Berpikir logis bukanlah sebuah tugas yang mudah. Melihat dan menentukan hubungan sebab akibat, abstraksi komponen yang terlibat, serta menetapkan properti untuk suatu peristiwa individu harus dipelajari selama bertahun-tahun. Jangankan anak-anak, orang dewasa bahkan butuh waktu dan perjuangan untuk bisa melakukannya.   Komponen penting dari pemikiran logis adalah dekomposisi, yakni memecah seluruh bagian utuh menjadi komponen terkecil. Ini memungkinkan kita melihat hubungan keterkaitan dengan lebih mudah. Hal yang sama juga terjadi ketika anak belajar coding. Setiap tugas membutuhkan proses dekomposisi, yang jika dilakukan terus menerus akan mengasah kemampuan anak dalam berpikir logis.   Menumbuhkan Kreativitas   Coding adalah aktivitas sempurna untuk melatih kreativitas. Mendapatkan instruksi baru dalam menyelesaikan sebuah proyek baru membutuhkan banyak pemikiran eksploratif, brainstorming, serta konseptualisasi (mode difus). Anak kemudian akan diuji bagaimana menerjemahkan semua ide itu ke dalam bentuk coding (mode fokus).   Lebih jauh, les coding untuk anak juga memungkinkan si kecil untuk mengeksplorasi minat kreatif mereka sendiri. Apakah itu seni visual, seni auditori, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, perasaan puas karena berhasil menciptakan sesuatu yang benar-benar baru dan unik akan membuat anak merasa ketagihan. Ini tidak akan hilang meski anak sudah menyelesaikan tugas coding mereka.   Melatih Berpikir Secara Terstruktur   Pemikiran struktural melibatkan proses pengamatan pola dalam objek yang lebih besar berdasarkan komponen yang mereka buat. Sebaliknya, ini juga melibatkan proses membayangkan dan membangun sesuatu yang lebih besar dari komponen yang lebih kecil.   Ini adalah keterampilan yang penting dalam industri kreatif dan bidang teknik lainnya. Dengan coding, anak bisa secara langsung mempelajarinya.   Melatih Kegigihan   Kegigihan dan resiliensi adalah dua pemikiran yang dapat diajarkan dengan coding. Kedua pemikiran ini juga akan sangat bermanfaat bagi anak di masa depan.  Pertama, ketekunan. Pemikiran ini melibatkan keinginan untuk tidak menyerah saat mengalami kegagalan. Coding sampai batas tertentu akan membuat orang yang melakukanya mengalami sejumlah kegagalan sampai mendapatkan kode yang benar. Ini mungkin akan memakan waktu beberapa menit, tetapi bisa juga berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.   Proses mencoba dan tidak mudah menyerah akan meningkatkan resiliensi anak. Pada akhirnya, mereka akan menjadi pribadi yang tangguh dan terus maju sampai memperoleh keberhasilan yang mereka inginkan.   Melatih Kemampuan Berpikir dengan Algoritme   Komponen lain yang juga penting dalam coding adalah algoritme. Algoritme berfungsi mirip dengan resep. Algoritme adalah tindakan yang mudah ditiru yang digunakan untuk memecahkan dan mengatasi masalah tertentu. Agar dapat berpikir secara algoritmik, seseorang harus dapat membayangkan dan mendefinisikan dengan jelas langkah-langkah individual yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah tugas.   Pertama, ini membutuhkan ketekunan dan resiliensi. Kedua, juga membutuhkan keterampilan untuk mengurutkannya (kemampuan membayangkan langkah-langkah sesuai dengan urutannya masing-masing), pengulangan (algoritme perlu mengulang sendiri), dan logika (jika ini, maka itu). Semua ini bisa dipelajari oleh anak lewat coding.   Melatih Skill Menulis dan Storytelling   Coding pada level tertentu membutuhkan kemampuan untuk menulis kode. Namun, apakah sebenarnya kode itu? Kode adalah bahasa. Lalu, apa yang kita dapatkan setelah menyatukan potongan-potongan bahasa dengan cara yang logis dan berurutan? Jawabannya: cerita.   Coding pada dasarnya adalah menceritakan sebuah cerita melalui bantuan objek dunia nyata dan teknologi yang menggerakkannya. Karena itu, kita membutuhkan pembukaan, plot twist, dan kesimpulan. Ini akan dipelajari anak lewat coding.   Tertarik untuk mendaftarkan les coding untuk anak? Living Tech dari Sekolah.mu adalah jawabannya. Program ini bisa diikuti mulai anak usia 5 tahun sampai dengan 12 tahun. Cek detailnya di sini!

Mengenal Kemampuan Motorik Anak dan Cara Meningkatkannya

Motorik Anak

Dalam proses perkembangan anak, kemampuan motorik anak sangat penting untuk dilatih. Secara umum, motorik adalah kemampuan gerak tubuh yang perkembangannya dipengaruhi oleh umur dan perkembangan anak secara keseluruhan.    Perkembangan motorik anak juga berjalan bersamaan dengan kematangan fisiknya dan merupakan hasil dari berbagai faktor. Ini termasuk perkembangan sistem saraf kemampuan fisik yang mendukung pergerakan tubuhnya serta lingkungan yang mendukung untuk mengembangkannya.   Secara umum, motorik anak terbagi menjadi dua jenis, yakni motorik kasar dan motorik halus. Untuk melatih keduanya, Ayah Bunda membutuhkan metode yang berbeda. Simak penjelasannya berikut ini!   Motorik Kasar Anak   Perkembangan keterampilan motorik kasar melibatkan otot-otot besar di lengan, kaki, dan badan. Aktivitas motorik kasar penting untuk beragam aktivitas fisik sehari-hari termasuk berjalan, mengangkat, berlari, melempar, menendang, dan lain sebagainya. Kemampuan motorik kasar biasanya berkembang lebih dahulu dibandingkan dengan motorik halus.   Kemampuan motorik kasar juga membentuk dasar untuk keterampilan motorik halus serta berkaitan dengan kesadaran tubuh, keseimbangan, kekuatan, dan kecepatan reaksi.    Kemampuan motorik kasar mulai berkembang sejak bayi lahir. Setiap fase usia, ada milestone yang harus dicapai oleh anak. Dengan pencapaian optimal sesuai dengan usianya, si kecil akan tumbuh dengan baik tanpa mengalami kesulitan di masa depan.   Latihan untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak   Agar perkembangan motorik kasar anak berjalan dengan optimal, Ayah Bunda bisa mengajak si kecil melakukan berbagai latihan. Ada banyak sekali pilihan kegiatan menyenangkan untuk latihan motorik yang bisa jadi pilihan. Namun, pastikan latihan yang dilakukan sesuai dengan rentang usia.   Untuk anak usia balita, latihan motorik kasar bisa berupa mentitah (jika anak belum mahir berjalan), main lempar dan menendang bola, main kuda goyang, atau naik turun tangga. Memasuki usia 3-4 tahun, anak sudah bisa diajak berenang, bermain sepeda roda tiga, hingga main hula hoop.   Ketika anak sudah masuk usia di atas 5 tahun, Ayah Bunda bisa mengajarinya naik sepeda roda dua. Berbagai aktivitas fisik lain seperti main kasti, menari atau, lompat tali juga bisa jadi pilihan latihan motorik yang menarik untuk dilakukan.   Motorik Halus Anak   Keterampilan motorik halus merujuk pada kemampuan koordinasi otot-otot kecil dalam gerakan tangan, jari dan mata. Gerakan-gerakan kecil ini datang dengan cara alami pada sebagian besar orang dan biasanya kita tidak menyadarinya. Namun, keterampilan motorik halus itu sangat kompleks. Dibutuhkan upaya terkoordinasi antara otak dan otot. Karena itu, melatih kemampuan motorik halus pada anak juga perlu dilakukan.   Kemampuan motorik halus yang baik akan memudahkan anak melakukan berbagai aktivitas penting dalam kesehariannya. Misalnya saja, menulis, menyikat gigi, membuka pintu, hingga membuka dan menutup kancing bajunya. Sama seperti motorik kasar, motorik halus juga berkembang sesuai dengan usia anak.   Latihan untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak   Ada banyak kegiatan yang bisa Ayah Bunda pilih untuk melatih kemampuan motorik halus anak. Setiap aktivitas juga perlu disesuaikan dengan usia anak. Dari usia 12 sampai 18 bulan misalnya, Ayah Bunda bisa mengajak anak bermain balok dan menyusunnya. Menyendok benda dengan menggunakan sendok dan sekop serta membuat coretan dengan krayon juga bisa menjadi aktivitas yang menarik untuk dicoba.   Pada usia 2-3 tahun, Ayah Bunda bisa mengajak si kecil bermain dengan adonan atau tanah liat. Membentuk pasir dengan aneka cetakan dan bermain puzzle juga bisa membantu melatih mempertajam kemampuan motorik halus anak.    Saat usia anak mencapai 5 tahun, latihan motorik halus yang lebih rumit bisa dilakukan, termasuk bermain puzzle dengan potongan yang lebih banyak hingga memotong dengan gunting dan pisau.   Living Tech dari Sekolah.mu juga bisa membantu Ayah Bunda menyediakan banyak pilihan untuk melatih motorik anak, terutama kemampuan dalam bidang sains dan teknologi. Dengan lebih dari 6.000 murid yang tersebar di lebih dari 80 kota di Indonesia, ayo daftarkan si kecil untuk ikut kelas di Living Tech. Cek informasi lengkapnya di sini!

Mengenal Roblox dan Manfaatnya untuk Anak

Permainan Roblox

Mirip dengan berbagai game lain seperti Minecraft, Roblox adalah multiplayer gaming experience yang ditujukan untuk anak-anak dan dewasa muda. Namun, tidak seperti Minecraft, permainan Roblox bukan sekadar sebuah game, tetapi juga merupakan sebuah platform tempat para developer muda bisa membuat game sendiri.   Kalau Ayah Bunda pernah bermain game, bayangkan toko online populer seperti Steam atau Epic Game, tempat pengguna bisa membeli game untuk PC. Permainan Roblox punya cara kerja yang serupa, hanya saja lebih ramah anak-anak karena ada banyak judul game gratis yang bisa mereka coba.   Manfaat Roblox untuk Anak Di berbagai belahan dunia, ada sekitar 150 juta anak-anak yang memainkan permainan Roblox dengan serius. Tidak sedikit dari mereka yang membangun sendiri permainan di dalam platform untuk dinikmati oleh pengguna lain. Lalu, apa saja sebenarnya manfaat permainan Roblox untuk anak?   Meningkatkan Kreativitas Anak   Permainan Roblox secara umum merupakan platform tempat anak-anak bisa membuat game untuk bersenang-senang. Tidak seperti game lain yang ditujukan untuk anak-anak, Roblox tidak punya cerita atau narasi linier. Sebaliknya, game ini berfokus memungkinkan anak-anak menciptakan pengalaman mereka sendiri.   Misalnya saja, ketika si kecil membuka sebuah permainan, mereka akan diajak membangun struktur dan objek lain di Studio Roblox. Dari sini, mereka bisa belajar menggunakan imajinasi mereka untuk membuat cerita yang secara alami mendorong mereka untuk berpikir kreatif.   Membantu Anak Belajar Programming dan Coding   Banyak orang tua tidak menyadari bahwa Roblos dapat menjadi media yang bagus untuk mengajarkan keterampilan pemrograman dan coding untuk anak-anak. Tidak seperti game lain, Roblox dirancang dengan mempertimbangkan aspek coding, dibangun dari dasar dengan menggunakan bahasa coding sederhana bernama Lua.   Bahasa inilah yang hadir dalam studio Roblox, area tempat anak-anak diajak untuk mendesain dan membuat permainan, lingkungan, dan objek mereka sendiri. Meskipun ini terdengar agak rumit dari segi desain, pada dasarnya tidak sesulit pemrograman lain.   Di Roblox Studio, pemula dapat memilih untuk menggunakan berbagai menu visual untuk menempatkan karakter dan objek lain di layar. Dalam banyak kasus, anak-anak cukup senang berada dalam tahap ini karena ini adalah cara yang bagus bagi mereka untuk menggunakan imajinasi mereka. Terlebih lagi, menu-menunya sangat mudah dipelajari.   Mengajarkan Skill Komputasi untuk Anak   Seperti yang kita ketahui, kehidupan modern sangat bergantung pada penggunaan internet dan teknologi. Tidak seperti dulu, keterampilan komputasi sangat dibutuhkan saat kita ingin terhubung dengan kenalan atau kolega, menemukan klien baru, atau menciptakan bisnis yang berhasil.   Bayangkan bagaimana lingkungan yang akan dihadapi oleh anak-anak kita di masa depan. Keterampilan komputasi yang dibutuhkan tentu akan jauh lebih sulit dan kompleks dari sekarang. Karena alasan inilah, para orang tua sebaiknya mengajarkan keterampilan menggunakan komputer pada anak sejak dini.   Pada sebagian besar kasus, anak-anak akan mempelajari kemampuan ini dengan menjelajahi internet. Namun, kadang pembelajaran ini tidak selalu efektif dan bermanfaat. Terlebih lagi, kebanyakan anak-anak menghabiskan waktu untuk menikmati konten seperti video di YouTube dan media sosial.   Sebaliknya, Roblox akan mengajari anak skill komputasi yang penting. Ini termasuk mengetik dengan cepat, komunikasi online yang efektif, menavigasi menu, dan kepercayaan diri dalam menggunakan perangkat lunak berbasis web. Selain itu, Roblox juga efektif untuk membuat anak-anak yang sebelumnya tidak tertarik dengan teknologi untuk mulai menyukai bidang ini.   Melatih Skill Entrepreneurship   Meskipun Roblox sebagian besar bisa dimainkan secara gratis, pengguna bisa membeli Robux, sejenis mata uang yang bisa dipakai untuk transaksi dalam platform ini. Namun, tidak perlu khawatir karena bagi anak-anak sebenarnya tidak begitu penting membeli Robux untuk memiliki lebih akses ke fitur Roblox yang lebih banyak. Ayah Bunda bisa membatasi dana yang akan digunakan anak untuk membeli Robux (jika anak diizinkan membelinya).   Untuk anak yang sudah berhasil membangun game sendiri, ini justru jadi kesempatan emas. Mereka bisa membuat pengguna lain membayar mereka dengan Robux dengan memainkan game yang mereka buat. Sebuah langkah awal untuk melatih skill kewirausahaan, bukan?   Selain lewat permainan Roblox, mengasah kemampuan anak lewat teknologi bisa Ayah Bunda lakukan lewat Living Tech dari Sekolah.mu. Ajak si kecil bergabung dengan lebih dari 6.000 anak lain di seluruh Indonesia untuk membuat game, animasi, hingga coding sederhana. Cek detailnya di sini!

5 Contoh Percobaan Sains Sederhana untuk Anak

Percobaan Sains Sederhana

Lebih dari sekadar belajar, percobaan sains sederhana bisa membantu anak untuk mengetahui bagaimana cara kerja hal-hal di sekitar mereka. Lewat percobaan-percobaan sederhana, anak juga bisa belajar sekaligus bersenang-senang, bahkan bereksperimen dengan sesuatu yang belum pernah mereka coba sebelumnya.   Bagi Ayah Bunda yang sedang mencari aktivitas seru untuk dilakukan bersama anak di rumah, beberapa contoh percobaan sains sederhana berikut ini bisa jadi pilihan menarik untuk dicoba!   Belajar Oksidasi Buah Apel   Ketika makan apel, si kecil pasti menyadari bagaimana permukaan apel yang sudah dipotong atau dikupas akan menjadi cokelat karena pengaruh oksidasi. Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah apel berubah warna? Ayah Bunda dan si kecil bisa mengetahuinya lewat percobaan sains sederhana.   Caranya, iris sebuah apel kemudian biarkan setiap potong apel terendam dalam cairan berbeda. Setelahnya, keluarkan dan taruh di atas nampan. Cek tingkat kecokelatannya setelah 3 menit, 6 menit, dan seterusnya. Ini tidak hanya akan menguji perbedaan sifat setiap cairan, tetapi juga mengajak anak menyimpulkan tentang cairan mana yang paling efektif mencegah oksidasi pada apel.   Membuat Fosil   Si kecil mungkin pernah merasa penasaran tentang bagaimana cara terbentuknya fosil. Dengan membuat adonan garam yang dicampur bubuk kopi kemudian menekan berbagai objek ke permukaannya (bisa kaki mainan dinosaurus atau kerang), anak-anak bisa lebih memahami tentang bagaimana fosil bisa terbentuk. Lubangi bagian atas ‘fosil’ buatan ini sebelum mengering agar anak bisa menggantungnya sebagai pajangan di kamar.   Membuat Oven Matahari   Ingin mengajarkan pada anak tentang tenaga surya dan bagaimana menggunakan energi secara berkelanjutan? Gunakan oven surya buatan sendiri dengan bahan seperti aluminium foil. Perlu diingat bahwa oven surya ini bisa menjadi sangat panas dan dapat dipakai untuk memasak; jadi, pastikan si kecil tidak berada terlalu dekat dengan objek.   Membuat Xylophone dengan Botol   Ingin bereksperimen sekalian bersenang-senang dengan alat musik buatan sendiri? Xylophone dari botol kaca bekas bisa jadi pilihan. Bagaimana cara membuat percobaan sains sederhana ini?   Susun 6 buah stoples atau botol kaca dengan ukuran yang sama, tanpa tutup dalam satu baris yang sama. Ketuk botol dalam keadaan kosong dengan menggunakan sendok untuk memperoleh gambaran seperti apa bunyinya. Selanjutnya, masukkan air ke dalam masing-masing botol. Di botol pertama, masukkan 60 ml air, kemudian 120 ml air ke botol kedua. Selanjutnya, ke botol ketiga, masukkan 180 ml air lalu 240 ml air ke botol keempat. Isi botol kelima dengan 300 ml air dan 360 ml air untuk botol keenam. Tambahkan beberapa tetes pewarna dengan warna berbeda ke setiap botol. Seperti apa suara setelah botol terisi air? Apakah akan sama dengan suara ketika botol dalam keadaan kosong? Apakah suara setiap botol yang berisi air dalam jumlah berbeda akan sama? Ajak si kecil membuat prediksi mereka dan catat di buku untuk dibandingkan dengan hasil percobaan nanti. Ketuk setiap botol dengan menggunakan sendok, lalu tulis hasil pengamatan pada setiap botol. Gelombang suara diciptakan lewat getaran. Jumlah air yang dimasukkan ke dalam botol faktanya dapat berpengaruh pada seperti apa suara yang dihasilkannya.   Menguji Perkembangan Jamur dengan Roti   Eksperimen dengan menggunakan jamur selalu menarik untuk dilakukan. Ayah Bunda dan si kecil bisa melihat bagaimana zat aditif berbeda (garam, cuka, dll) bisa berpengaruh pada pertumbuhan jamur di permukaan roti.   Sekalian belajar tentang higienitas dan kebersihan, Ayah Bunda bisa memberikan twist pada percobaan sains sederhana ini. Caranya adalah dengan mengajak si kecil menyentuh beberapa buah roti tawar dengan tangan yang tidak dicuci, dicuci dengan air saja, dicuci dengan hand sanitizer, dan dicuci dengan sabun.   Bandingkan mana roti yang lebih cepat ditumbuhi jamur. Dengan percobaan ini si kecil bisa menerapkan kebiasaan cuci tangan yang baik dan benar agar ‘jamur’ tidak mudah tumbuh di tangan mereka.   Mau anak belajar sains dengan cara yang lebih seru dan menarik? Living Tech dari Sekolah.mu adalah jawabannya. Cek informasi lengkapnya di sini dan daftarkan si kecil sekarang juga!

Apakah Belajar Coding Penting Bagi Anak? Ini Jawabannya

Belajar Coding

Akhir-akhir ini, semakin banyak narasi yang menyebutkan bahwa belajar coding merupakan hal yang penting untuk anak. Banyak sekali sumber yang menyebutkan manfaat yang bisa anak dapatkan ketika mempelajari coding.    Nah, jika Ayah Bunda penasaran apa saja manfaat dari mempelajari coding, yuk, baca artikel berikut!   Apa Itu Coding?   Coding bisa didefinisikan sebagai kegiatan untuk berkomunikasi dengan komputer. Konteks dari ‘komunikasi’ yang dilakukan dengan komputer ini adalah dalam hal membuat beragam instruksi spesifik untuk memunculkan sebuah fungsi tertentu.    Terkadang, coding juga disebut sebagai computer programming. Tak heran, banyak orang yang mengaitkan coding dengan kegiatan membuat program komputer.    Profesi yang terkait dengan coding ada beragam, salah satunya adalah programmer atau software developer.     Apakah Belajar Coding Penting untuk Anak?   Kemunculan banyak pelatihan coding untuk anak mungkin membuat Ayah Bunda penasaran akan satu hal: apakah coding merupakan hal yang penting untuk anak?    Ada beberapa manfaat yang bisa didapat oleh anak ketika ia belajar tentang coding. Beberapa di antaranya adalah anak bisa mempelajari skill problem solving, skill berpikir logis dan kreatif, serta mengajarkan anak untuk pantang menyerah.    Selain itu, di era teknologi seperti saat ini, mempelajari coding dapat menjadi salah satu bentuk ‘investasi’ untuk masa depan anak.  Hal ini penting, terutama ketika anak akan memasuki dunia kerja. Peningkatan kebutuhan global akan tenaga ahli yang mahir dalam bidang teknologi amat diperlukan, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan coding.   Meski demikian, bukan berarti mempelajari coding menjadi sebuah keharusan bagi anak. Ayah Bunda boleh memperkenalkan coding kepada anak, namun jangan paksa anak untuk mempelajari coding apabila anak merasa kesusahan atau tidak tertarik dengan bidang ini. Memaksa anak untuk mempelajari suatu hal malah dapat berdampak negatif, terutama bagi psikologis anak.    Alasan Mengapa Coding Penting untuk Dipelajari   Sebagaimana telah disebutkan, belajar coding mampu memberikan banyak manfaat bagi anak. Manfaat-manfaat tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:   – Mengajarkan anak problem solving   Dengan mempelajari coding, anak akan dituntut untuk bisa berpikir sistematis dalam menyelesaikan suatu ‘masalah’. Memangnya, masalah seperti apa yang timbul dalam coding?   Jika anak Ayah Bunda sedang mempelajari coding, maka ada dua jenis masalah yang perlu diselesaikan. Pertama, anak perlu mengidentifikasi masalah apa yang ingin diselesaikan dengan menggunakan program yang akan dibuat. Kedua, pada saat proses pembuatan program tersebut, bukan tidak mungkin anak akan menghadapi error. Nah, dengan belajar coding, anak akan belajar untuk menyelesaikan dua jenis masalah tersebut. Dari sinilah skill problem solving anak dapat dilatih.   – Mengajarkan anak berpikir secara logis dan kreatif   Untuk membuat sebuah program, anak tentu akan dituntut untuk bisa berpikir secara logis agar kode-kode yang ditulisnya mampu menjadi program yang dapat berfungsi dengan baik. Selain itu, dengan belajar coding, anak juga bisa terlatih untuk memikirkan berbagai metode yang bisa digunakan untuk menyelesaikan error yang timbul.   – Mengajarkan anak untuk pantang menyerah   Ayah Bunda pasti menginginkan anak yang pantang menyerah dalam menghadapi berbagai macam tantangan, bukan? Nah, mempelajari coding bisa melatih anak untuk menjadi pribadi yang pantang menyerah, lho. Mengapa demikian?   Ketika anak membuat sebuah program komputer, bukan tidak mungkin anak akan mengalami berbagai macam error yang timbul karena kesalahan coding. Nah, supaya hal ini bisa diselesaikan, tak jarang anak perlu mengganti instruksi yang sudah dituliskannya. Bahkan, mungkin mengulangnya dari awal.   Jika anak sudah cukup lama belajar coding, bukan hal aneh jika anak terbiasa untuk mengatasi error yang timbul karena kesalahan instruksi. Dari sinilah anak terbiasa untuk tidak menyerah hanya jika program yang mereka tulis gagal.    – Mengajarkan anak skill yang dibutuhkan di masa mendatang   Dilansir dari salah satu artikel Forbes (2017), kebutuhan akan software developer diperkirakan akan meningkat 17% dalam jangka waktu 10 tahun (2014-2024). Dalam artikel tersebut juga disebutkan bahwa U.S. Bureau of Labor Statistics mendata bahwa pekerjaan ini memiliki rata-rata peningkatan kebutuhan tenaga kerja yang lebih tinggi dari pekerjaan lainnya.    Nah, berkaca dari data tersebut, tidak ada salahnya jika Ayah Bunda mulai menjembatani anak untuk mempelajari coding sekarang. Seperti yang kita ketahui, sudah banyak pelatihan coding yang disesuaikan untuk usia anak. Tak hanya itu, biaya yang perlu dikeluarkan pun cukup terjangkau.     Ayah Bunda bisa mencoba program belajar coding yang disediakan Sekolah.mu di sini. Sekolah.mu menyajikan banyak pilihan kelas coding untuk jenjang PAUD-SD. Tunggu apa lagi?   Yuk, beri anak Ayah Bunda kesempatan mempelajari coding melalui platform Sekolah.mu!

Cara Membuat Animasi Bergerak Seru Bareng Anak

Cara Membuat Animasi Bergerak

Ayah Bunda mungkin merasa bahwa cara membuat animasi bergerak susah sekali untuk dikuasai terutama anak kecil. Padahal, tidak seperti itu, kok! Dengan latihan rutin, si buah hati pasti bisa membuat animasi dengan mudah. Terlebih lagi, saat ini ada banyak aplikasi dengan user interface yang ramah bagi pemula.   Mungkin Ayah Bunda penasaran, mengapa, sih, perlu belajar membuat animasi? Lalu, aplikasi apa saja yang direkomendasikan untuk pemula? Ayah Bunda bisa temukan jawabannya di artikel berikut.   Mengapa Belajar Animasi?     Ada beberapa alasan mengapa si buah hati/ayah bunda perlu belajar membuat animasi, di antaranya:   Ayah Bunda bisa mengeksplor kreativitas  anak. Membuat animasi bukan hanya sesimpel membuat gambar bergerak. Perlu ada cerita yang menyertai animasi yang dibuat. Dari sinilah Ayah Bunda bisa mengembangkan ide-ide kreatif bersama anak dan mewujudkannya dalam bentuk animasi. Ayah Bunda bisa membuat media pembelajaran yang unik untuk anak. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Sudianto dan Yani (2013), menyertakan animasi dalam pembelajaran membuat siswa lebih tertarik pada materi pembelajaran. Hal ini bisa Ayah Bunda terapkan ketika mendidik anak. Ayah Bunda bisa membuat animasi ini menjadi proyek seru yang melibatkan kreativitas anak juga. Maka dari itu, agar kegiatan belajar jadi lebih seru, Ayah Bunda perlu mengetahui cara membuat animasi bergerak terlebih dahulu supaya tidak bingung saat mengajari anak nantinya. Potensial sebagai side job. Selain ketiga alasan di atas, tentu Ayah Bunda bisa menjadikan animasi sebagai peluang untuk mendapatkan cuan, bukan? Saat ini semakin banyak lowongan pekerjaan freelance yang berkaitan dengan bidang ini. Aplikasi Pembuat Animasi Bergerak   Dengan adanya kemajuan teknologi, aplikasi pembuat animasi bergerak jadi makin banyak jumlahnya. Beberapa macam aplikasi yang bisa Anda gunakan misalnya adalah sebagai berikut.    – PowerPoint   Aplikasi yang dikenal luas untuk membuat slide presentasi ini ternyata bisa digunakan sebagai salah satu aplikasi pembuat animasi, lho.    Cara membuat animasi bergerak dengan menggunakan aplikasi ini cukup mudah. Pertama, Ayah Bunda perlu menyiapkan gambar yang akan dijadikan sebagai bahan animasi. Lalu, tambahkan saja animasi menggunakan fitur ‘Transitions’ dan ‘Animations’. Jika sudah selesai, slide yang sudah dibuat pun bisa disimpan dalam bentuk video.   Bisa dikatakan PowerPoint merupakan aplikasi pembuat animasi yang paling mudah dikuasai. Pasalnya, banyak orang sering menggunakan PowerPoint untuk kebutuhan kerja mereka. Jadi, Ayah Bunda tidak membutuhkan waktu lama untuk menguasai cara membuat animasi bergerak menggunakan aplikasi ini.     – Online animation maker apps   Beberapa macam online animation maker apps pembuat aplikasi yang cukup populer saat ini adalah PowToon,  Animaker, GoAnimate, dll. Dengan menggunakan aplikasi tersebut, Ayah Bunda tidak perlu repot-repot untuk membuat gambar karena resource gambar maupun background music biasanya sudah tersedia.   Meski demikian, terkadang online app seperti ini perlu diupgrade ke premium version supaya Ayah Bunda bisa menggunakan seluruh fitur-fiturnya. Jika Ayah Bunda tidak keberatan, tidak ada salahnya mencoba menggunakan versi premium online app tersebut untuk membuat animasi.   – Adobe Animate   Ingin aplikasi yang ’next-level’? Ayah Bunda bisa coba menggunakan Adobe Animate. Sebelumnya, aplikasi ini lebih populer dengan nama Flash Professional. Aplikasi yang satu ini bisa digunakan untuk membuat animasi yang tampak lebih realistis. Format video yang di-export pun juga bermacam-macam—mulai dari WebGL, HTML5, hingga video 4K.    Memang, dibandingkan dengan menggunakan PowerPoint atau online app lain, Ayah Bunda perlu memiliki skill khusus untuk menggunakan Adobe Animate. Tetapi, hal itu tidak seharusnya menjadi masalah—sebab Ayah Bunda bisa ikut pelatihan di Sekolah.mu.   Bikin Proyek Animasi Bareng Anak Sambil Belajar, Why Not?   Nah, jika Ayah Bunda sudah cukup menguasai cara membuat animasi bergerak, mengajak anak untuk membuat proyek animasi tentu akan jadi momen bersama anak yang seru.    Ayah Bunda bisa melibatkan anak dalam proses pembuatan animasi sembari mengajarkan anak bagaimana cara membuat animasi meski untuk hal-hal yang dasar. Salah satu contohnya adalah pada proses pembuatan jalan cerita animasi atau membuat gambar tokoh.   Membuat animasi seperti yang dibuat Disney, DreamWorks, Pixar, dll. tentunya akan susah dan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Ayah Bunda memilih cara membuat animasi yang mudah saja. Contohnya adalah dengan menggunakan stop motion.    Setelah itu, perlahan Ayah Bunda bisa meng-upgrade animasi yang dibuat. Jika sebelumnya menggunakan stop motion, proyek animasi selanjutnya bisa dibuat dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang sudah disebutkan di atas.   Kembangkan Skill Anak dengan Ikut Pelatihan   Tertarik mempelajari cara membuat animasi bergerak? Ayah Bunda bisa mendaftarkan si buah hati di program Living Tech Sekolah.mu. Dengan waktu belajar yang fleksibel, Ayah Bunda bisa tetap mendampingi anak belajar animasi tanpa perlu berkompromi dengan pekerjaan. Yuk, daftar sekarang!